Kolase Ronaldinho, Ibrahimovic, dan Neymar yang pernah mengalami transfer gagal karena alasan konyol.
Neymar ke City, Ronaldinho ke MU: 10 Transfer Batal yang Konyol

Bursa transfer seharusnya menjadi momen paling rasional dalam sepak bola modern: data, statistik, tes medis, lalu tanda tangan. Tapi kenyataannya? Sepak bola sering kali lebih dekat ke drama ketimbang logika.

Dari dokumen yang telat, pemain yang menolak karena hujan, sampai transfer yang batal karena tidak mau ikut audisi. Berikut 10 transfer yang batal karena alasan konyol:

@olahbolacom

Kapan lagi challenge personel @Tekel Bebas , Ada yang tau yg terakhir itu jawaban yang benar apa? 😊 #fyp #tebaktebakan #kuissepakbola #afifxavi #tebaktransfer

♬ original sound – OlahBola.com – OlahBola.com

Neymar (Santos → Manchester City)

Manchester City yakin bisa mendatangkan Neymar dari Santos pada 2013. Tapi sang pemain punya kekhawatiran unik: lapangan becek dan harus punya sepatu bola khusus di Inggris.

Yang menarik, menurut laporan The Telegraph, Neymar percaya bahwa para pemain di Inggris harus mengenakan sepatu khusus untuk menghadapi kondisi lapangan yang becek dan berlumpur. Hal itu membuatnya mengurungkan niat pindah ke Premier League.

Ia memilih Barcelona. Cuaca cerah, gaya bermain cocok, dan panggung dunia. Keputusan yang sulit dibantah dan terbukti tepat.

Nabil Fekir (Lyon → Liverpool)

Nabil Fekir membela Lyon, transfernya ke Liverpool gagal setelah tim medis menemukan riwayat cedera lutut lama.

Musim panas 2018 seharusnya menjadi puncak karir Nabil Fekir. Ia datang, difoto mengenakan jersey, bahkan menjalani sesi wawancara internal klub. Bagi publik, transfer ini tinggal hitungan jam untuk diresmikan.

Namun semuanya runtuh di ruang medis. Dokter Liverpool menemukan riwayat cedera lutut lama yang membuat mereka ragu soal dampak jangka panjang. Di era sepak bola modern, satu risiko kecil bisa bernilai puluhan juta pound. Liverpool menarik rem darurat.

Bagi Fekir, ini bukan sekadar transfer gagal tapi mimpinya direnggut di depan mata. Ia kemudian menyalahkan agennya dan mengakui bahwa Anfield adalah destinasi impiannya.

Emmanuel Adebayor (Tottenham → Aston Villa)

Emmanuel Adebayor saat membela Tottenham Hotspur, membatalkan transfer ke Aston Villa setelah mencari petunjuk Tuhan.

Tahun 2015, Emmanuel Adebayor sudah menyelesaikan tes medis dengan Aston Villa. Foto promosi sudah diambil, pengumuman tinggal menunggu waktu. Semua tampak formalitas.

Namun seperti dilaporkan Football365, mendadak penyerang asal Togo itu membatalkan segalanya. Alasannya bukan soal gaji atau menit bermain, melainkan karena ia belum mendapat “tanda dari Tuhan”. Setelah berkonsultasi dengan pendetanya, Adebayor merasa belum siap secara mental. 

John Obi Mikel (Lyn Oslo → Manchester United)

John Obi Mikel memilih Chelsea setelah membatalkan kepindahan ke Manchester United dalam saga transfer kontroversial.

Pada 2005, Manchester United dengan bangga mengumumkan perekrutan John Obi Mikel. Ia sudah berlatih bersama Roy Keane dan Paul Scholes, bahkan menandatangani pre-contract.

Tapi Mikel mengaku “ditekan” untuk menandatangani kontrak. “Fergie berkata kepada saya: ‘Mengapa kamu menolak United? Itu klub terbesar di dunia. Kamu tidak bisa melakukan itu. Kamu harus mengatakan Ya’.”

Tuduhan serius ini mengubah transfer menjadi drama internasional, melibatkan agen, klub, dan federasi. Akhirnya Chelsea masuk, membayar £16 juta ke Lyn Oslo dan £4 juta ke United. Mikel mendarat di Stamford Bridge dan meraih segudang trofi.

“Tahukah Anda apa yang mendasari keputusan saya? Chelsea telah merekrut tiga pemain lain dari Nigeria bersama saya. Mereka tinggal bersama saya di sebuah rumah di London untuk menemani saya. Hidup mereka bergantung pada keputusan yang saya buat.”

“Jika saya pergi ke Manchester United, mereka tidak akan bekerja. Jika saya pergi ke Chelsea, mereka akan memiliki karir. Tidak peduli berapa lama karirnya, tapi itu penting bagi saya untuk memberi mereka kesempatan.”

Bagi Mikel, ini bukan soal klub mana yang lebih besar, melainkan soal masa depan orang-orang di sekitarnya. Tiga orang yang dimaksud adalah Emmanuel Sarki, Ezekiel Bala, dan Chinedu Obasi Ogbuke yang kemudian mendapatkan kontrak, biaya pendidikan, serta pengembangan diri senilai sekitar £400 ribu per tahun sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Roy Keane (Nottingham Forest → Blackburn)

Roy Keane saat masih bermain untuk Nottingham Forest sebelum transfernya ke Blackburn gagal akibat masalah dokumen.
Roy Keane, Nottingham Forest … Soccer – Barclay’s League Division One – Nottingham Forest v Wimbledon … 14-09-1991 … Photo Credit should read: Neal Simpson/EMPICS. Unique Reference No. 369628 …

Roy Keane gagal menyelamatkan Nottingham Forest dari degradasi, dan klausul pelepasan dalam kontraknya pun aktif. Blackburn Rovers segera menyepakati biaya transfer £4 juta dan Keane telah mencapai kesepakatan kontrak dengan klub tersebut pada 1993. Secara teknis, kepindahan ini hanya tinggal menunggu penyelesaian administratif.

Namun kesalahan fatal terjadi. Blackburn tidak memiliki dokumen resmi yang dibutuhkan, sementara kantor klub sudah tutup karena akhir pekan. Penundaan hingga Senin dimanfaatkan oleh Sir Alex Ferguson, yang langsung menghubungi Keane dan menawarkan kepindahan ke Manchester United.

Dengan dokumen yang sudah siap, United menuntaskan transfer senilai £3,75 juta pada hari Sabtu (rekor Inggris saat itu). Satu kesalahan administrasi pun bisa mengubah arah sejarah sepak bola Inggris.

BACA JUGA: 8 Transfer Aneh yang Direkrut Bukan Karena Skill, Lalu Apa?

Zlatan Ibrahimovic (Malmo → Arsenal)

Zlatan Ibrahimovic saat membela Malmö, menolak pindah ke Arsenal karena menolak mengikuti trial.

Arsene Wenger meminta Zlatan trial pada tahun 2000. Bagi pemain muda, ini kehormatan. Bagi Zlatan? Penghinaan.

“Saya pergi ke London untuk bertemu Wenger, yang meminta saya mengikuti trial bersama Arsenal. Saya bilang kepadanya, ‘Saya tidak akan ikut trial. Entah Anda merekrut saya atau tidak, saya tidak datang ke sini untuk membuang waktu.” ucap Ibrahimovic kepada Sky Italia.

Transfer langsung gugur. Sebuah kalimat yang merangkum pemain dengan kepercayaan diri terbesar dalam sepak bola.

Robert Lewandowski (Lech Poznan → Blackburn)

Robert Lewandowski saat bermain untuk Lech Poznań, gagal bergabung dengan Blackburn Rovers akibat gangguan penerbangan karena letusan gunung berapi.

Blackburn siap mendatangkan Lewandowski pada 2010. Tiket pesawat dipesan. Lalu gunung berapi Eyjafjallajokull meletus. Penerbangan dibatalkan. Negosiasi tertunda.

Borussia Dortmund bergerak cepat. Karier Lewandowski pun melesat di Bundesliga dan Liga Champions. Ternyata alam bisa ikut campur dalam sejarah sepak bola.

David de Gea (Manchester United → Real Madrid)

David de Gea bersama Manchester United, gagal pindah ke Real Madrid karena keterlambatan dokumen transfer.

Deadline day 2015. David De Gea sudah siap pulang ke Spanyol. Real Madrid menunggu, Keylor Navas siap ke Manchester United.

Namun dokumen transfer dikirim 28 menit terlambat. Sistem dan fax bermasalah. Waktu habis.

Transfer paling terkenal dalam sejarah modern pun gagal. De Gea justru bertahan delapan tahun lagi di Old Trafford. 

George Boyd (Peterborough → Nottingham Forest)

Nottingham Forest ingin merekrut George Boyd pada 2013. Semuanya berjalan normal hingga hasil tes medis muncul.

Forest menyebut tes mata tidak meyakinkan. Transfer dibatalkan. Peterborough murka. Ketua Peterborough saat itu, Darragh MacAnthony, meluapkan kekesalannya lewat Twitter dan menyebut situasi tersebut sebagai “aib total”.

Padahal, Boyd sudah bermain lebih dari 300 pertandingan profesional dalam enam tahun. Sepak bola kadang bisa menilai pemain dari satu tes mata, bukan performa dari ratusan laga.

Ronaldinho (PSG → Manchester United)

Manchester United hampir mendapatkan Ronaldinho dari PSG pada 2003. Ia diproyeksikan sebagai pengganti David Beckham yang baru saja pindah ke Real Madrid.

Namun, transfer itu akhirnya kolaps, dan alasannya terdengar cukup sepele: faktor cuaca. Kota Manchester yang dikenal sering diguyur hujan disebut menjadi pertimbangan besar bagi Ronaldinho.

Ronaldinho saat bermain untuk PSG, menolak kepindahan ke Manchester United karena faktor cuaca Inggris.

Ia pun memilih Barcelona, di mana sinar matahari Spanyol terasa jauh lebih menggoda, ditambah janji manajemen klub untuk membangun seluruh tim hebat di sekeliling dirinya.

Sisanya adalah sejarah: Ballon d’Or, senyum abadi, dan sepak bola penuh imajinasi.

FAKTA TERBARU:

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.