8 Transfer Aneh yang Direkrut Bukan Karena Skill, Lalu Apa?

Di dunia sepak bola, transfer biasanya terjadi karena kemampuan seorang pemain. Tapi sesekali, terjadi juga perpindahan pemain yang bikin fans geleng-geleng kepala sambil bertanya, “Ini klub lagi serius apa lagi cari penonton baru?”

Beberapa kasus bahkan melibatkan hal yang lebih dari sekadar sepak bola. Mulai dari strategi marketing, hubungan bisnis antar negara, sampai upaya membuat pemain utama betah di klub.

Berikut deretan transfer paling absurd yang pernah terjadi.

1. Dong Fangzhuo – Manchester United

Ketika Sir Alex Ferguson membawa Dong Fangzhuo pada 2004, banyak yang langsung curiga. “Ini pemain dibeli buat menambah fans di China ya?” begitu kira-kira suara warganet era forum-forum bola awal 2000-an.

Faktanya, kecurigaan itu semakin kuat ketika karier Dong di Old Trafford malah menghilang seperti asap. Ia sempat kesulitan mendapatkan visa, dan ketika akhirnya bisa bermain, ya let’s say kualitasnya jauh dari level pemain MU pada umumnya.

Ia cuma mencetak dua gol, itu pun di laga pramusim kontra Hong Kong dan Kaizer Chiefs.

Bagian paling dramanya? Dong sampai melakukan operasi plastik agar tidak lagi dikenali ketika kembali ke negara asalnya. Kasihan juga, ya.

2. Junichi Inamoto – Arsenal

Jangan salah, Inamoto bukan pemain buruk. Ia tampil bagus di Piala Dunia 2002 dan punya karier oke di Fulham dan West Brom.

Tapi saat ia bergabung dengan Arsenal, banyak yang bertanya: “Benarkah Inamoto cukup bagus untuk tim Invincibles era itu? Atau ini upaya Arsenal memperluas pasar ke Jepang?”

Wenger tentu selalu punya alasan, tapi fans sampai hari ini masih mendebatkannya karena ia tidak membuat satu penampilan pun di Premier League untuk The Gunners.

3. Jonathan Benteke – Crystal Palace

Crystal Palace memecahkan rekor transfer mereka ketika membeli Christian Benteke dari Liverpool pada 2016. Dua bulan kemudian, mereka merekrut Jonathan Benteke, adik Christian.

Alasannya? Ya supaya sang bintang nyaman. Mirip anak kosan yang minta indekos sama temen satu kampung. Untungnya, harganya murah, dan Jonathan bukan satu-satunya “transfer saudara” dalam sejarah:

  • Julio Santa Cruz (Blackburn)
  • Diago, adiknya Kaka (AC Milan)
  • Chedric Seedorf (Inter & AC Milan)
  • Yassin Fekir (Real Betis)

Kayaknya agen keluarga mereka pintar meyakinkan klub.

4. Al-Saadi Gaddafi – Perugia

Ini bagian paling wild di daftar ini. Putra dari Muammar Gaddafi (pemimpin Libya selama 40 tahun) pernah bermain di Serie A, dan Wikipedia menjelaskan karirnya dengan kalimat pembuka yang melegenda:

“Gaddafi dikenal lewat partisipasinya di sepak bola Libya, yang diatur agar menguntungkan dirinya.”

Bayangin: hanya namanya yang boleh diumumkan melalui speaker stadion. Pemain lain hanya disebut nomornya. Bahkan ia pernah menjadi kapten Timnas Libya meski hanya bermain di tiga laga.

Ketika ia gabung Perugia pada 2003, ia membawa dua staf:

  • Diego Maradona (ya, Maradona Argentina) sebagai konsultan teknis
  • Ben Johnson, sprinter legendaris Kanada, sebagai pelatih pribadi

Ia hanya tampil sekali di Perugia saat masuk sebagai pemain pengganti lawan Juventus, lalu gagal tes doping. Karier di Italia berakhir begitu saja. Sisanya? Bertahun-tahun di penjara.

BACA JUGA: Dua Bintang Besar Tolak Ajakan Gerrard Gabung Ke Liverpool

5. Toddy Gudjonsson & Tyggvi Gudmundsson – Stoke City

Ketika Stoke berada di bawah kepemilikan konsorsium Islandia di awal 2000-an, masuknya beberapa pemain Islandia sudah diprediksi. Namun perekrutan dua nama ini tetap membuat banyak orang bertanya-tanya: “Ini pemain buat nambah kekuatan, atau sekadar memperkuat hubungan bisnis?”

Tidak ada yang benar-benar tahu. Yang jelas, masa itu membuat Stoke seperti klub Islandia versi cabang Inggris.

6. Sunil Chhetri – Sporting Lisbon

Di India, Sunil Chhetri adalah legenda. Tercatat sebagai top skor sepanjang masa timnas India dan salah satu pencetak gol internasional terbanyak sepanjang sejarah dunia.

Tapi bagi pecinta bola Eropa? Banyak yang bahkan belum pernah dengar namanya.

Sporting Lisbon sempat merekrutnya dan menempatkannya di tim B. Ia bermain sangat sedikit dan tak pernah benar-benar mendapat kesempatan emas.

Banyak yang menduga transfer ini punya misi memperluas brand Sporting ke pasar India yang jumlah penduduknya 1,4 miliar. Makes sense kan?

7. Bongani Khumalo – Tottenham Hotspur

Tottenham membawa Khumalo dari SuperSport United pada 2010 sebagai bagian dari kerja sama antarklub.

Kontribusinya? Nol menit di Premier League selama empat tahun dikontrak Spurs. Tapi ia sempat jadi idola mini di Doncaster Rovers ketika dipinjamkan, jadi tidak sepenuhnya sia-sia.

8. Lucas Radebe – Leeds United (Plot twist: Berakhir indah!)

Ini transfer yang dimulai dengan alasan aneh, tapi diakhiri dengan cinta. Radebe awalnya dibeli Leeds hanya untuk membuat Phil Masinga (sesama pemain Afrika Selatan) agar lebih nyaman tinggal di Inggris.

Namun justru Radebe yang berkembang menjadi legenda klub. Puncaknya? Ketika ia sempat menjadi kiper dadakan di Old Trafford dan tampil heroik. Kadang alasan absurd ternyata bisa berujung kisah besar.

FAKTA TERBARU:

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.