Ada Mantan Persib, 7 Legenda Afrika yang Tak Pernah Juara AFCON

Piala Afrika (AFCON) selalu punya cerita unik. Kadang bukan soal siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling beruntung. Karena faktanya, beberapa pemain terbaik sepanjang sejarah Afrika justru tak pernah mengangkat trofi paling prestisius di benua tersebut.

Di tengah pagelaran AFCON 2025, kami merangkum tujuh pemain Afrika terbaik sepanjang masa yang ironisnya belum pernah juara AFCON. Nama-namanya? Bukan kaleng-kaleng.

Pierre-Emerick Aubameyang

Aubameyang adalah top skor sepanjang masa Gabon. Cepat, mematikan, dan konsisten di Eropa.

Namun di AFCON? Pencapaian terbaiknya hanya sampai perempat final.

Kini di usia 36 tahun, AFCON 2025 kemungkinan jadi turnamen terakhirnya. Tapi sayangnya dari dua laga awal di fase grup, Gabon belum berhasil meraih satu pun kemenangan usai satu grup dengan Pantai Gading, Kamerun dan Mozambik sehingga dipastikan Aubameyang tidak bisa memberi kenangan akhir yang indah.

Nwankwo Kanu

Legenda Nigeria ini punya karier luar biasa bersama Ajax, Inter, dan Arsenal. Tapi di level timnas, nasibnya selalu pahit.

Momen terdekat Kanu dengan trofi AFCON terjadi pada final tahun 2000 yang saat itu dimainkan di negaranya sendiri. Sayangnya Nigeria kalah adu penalti dari Kamerun. Lebih nyesek lagi, Kanu jadi salah satu eksekutor yang gagal.

Empat kali mencapai semifinal (2000, 2002, 2004, 2006), empat kali pula pulang tanpa piala. 

Michael Essien

Gelandang ikonik Chelsea yang pernah mampir merumput di Persib ini hampir mencicipi kejayaan bersama Ghana.

Final AFCON 2010? Kalah. Semifinal 2008? Gagal.

Essien sendiri pernah berkata: “Kami sangat dekat dengan gelar AFCON 2008. Tapi itu tidak terjadi, dan kami harus menerima.”

Ironisnya, Ghana yang dikenal sebagai negara dengan sejarah sepak bola luar biasa, belum juara AFCON sejak 1982.

BACA JUGA: Kenapa Satu Desa di Ghana Fanatik pada Aston Villa?

Didier Drogba

Nama Drogba identik dengan momen besar. Final Liga Champions? Gol. Final Piala FA? Gol.

Tapi di AFCON… takdir berkata lain. Final 2006 dan 2012 sama-sama berakhir dengan kekalahan adu penalti. 

Yang paling menyakitkan? Tahun 2006, Drogba gagal mengeksekusi penalti. Lebih pahit lagi, Pantai Gading akhirnya juara pada 2015, saat Drogba sudah pensiun.

Emmanuel Adebayor

Saat Adebayor memenangkan African Footballer of the Year 2008, ia mengalahkan Drogba, Eto’o, dan Essien. Tapi sayangnya, ia lahir di negara yang secara kekuatan tim jauh tertinggal.

Bersama Togo, pencapaian terbaiknya hanya sampai perempat final AFCON 2013. Bukan karena ia kurang bagus, tapi karena sepak bola tetap olahraga tim.

George Weah

Satu-satunya pemain Afrika peraih Ballon d’Or. Legenda AC Milan. Ikon dunia. Tapi negaranya? Liberia.

Weah hanya dua kali tampil di AFCON, dan selalu tersingkir di fase grup. Bahkan setelah ia pensiun, Liberia tak pernah lolos AFCON lagi.

Fakta ini justru mempertegas: Weah terlalu hebat untuk timnasnya.

Mohamed Salah

Inilah nama yang paling sering memicu debat. Pasalnya, Salah sudah dua kali masuk final AFCON (2017 & 2021). Dua-duanya gagal.

Yang paling menyakitkan? Final 2021. Salah bahkan belum sempat menendang penalti karena Mesir sudah kalah lebih dulu.

Jamie Carragher pernah berkata: “Salah adalah pemain terbaik yang pernah dimiliki Mesir. Tapi dia belum pernah memenangkan AFCON.”

Dan itulah tekanan terbesar di pundaknya. Kini, di usia 33 tahun, AFCON 2025 mungkin jadi kesempatan terakhirnya. Mesir difavoritkan, tapi sejarah berkata: AFCON tak pernah mudah!

FAKTA TERBARU:

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.