Tidak banyak yang tahu, bahwa salah satu pemain muda paling sensasional saat ini, Lamine Yamal ternyata pernah berada sangat dekat dengan sebuah kepindahan mengejutkan, bahkan dengan harga yang sangat murah.
Kisah ini berawal bukan di lapangan, tetapi di sebuah hotel mewah di pusat kota Madrid.
Pertemuan Rahasia yang Mengubah Segalanya
Pada 13 Februari 2022, dua petinggi klub raksasa Eropa, Hasan Salihamidzic (Direktur Olahraga Bayern Munchen) dan Marco Neppe (Direktur Teknik Bayern Munchen) datang jauh-jauh ke Hotel Palacio de los Duques Gran Melia di Madrid untuk bertemu mantan pemain timnas Spanyol, Ivan de la Pena yang kini menjadi agen pemain.
Mereka punya ketertarikan khusus pada salah satu kliennya: Gavi, gelandang muda yang sedang naik daun di Barcelona kala itu.
Gavi memang dianggap sebagai “permata” baru Blaugrana. Ia sudah debut di usia 17 tahun dan tampil bersama tim utama asuhan Ronald Koeman. Jadi wajar kalau pembicaraan awal difokuskan padanya.
Namun, yang terjadi kemudian justru menjadi awal dari cerita besar lainnya.
@olahbolacom Ada yang tau foto kedua siapa pemain Bundesliga-nya Sob? Tulis di kolom komen ya! 😁 #Bundesliga #Sepakbola #Football
♬ original sound – OlahBola.com – OlahBola.com
Nama yang Mencuat: Bukan Gavi, Tapi Yamal

Di tengah makan malam yang tampak santai, kedua direktur tersebut tiba-tiba mengubah arah pembicaraan. Mereka mengeluarkan kartu truf: minat besar terhadap pemain muda lain bernama Lamine Yamal.
Bukan sekadar minat biasa. Mereka datang dengan permintaan yang sangat spesifik: ingin bertemu orang tua Yamal secara langsung, secepatnya!
Menurut jurnalis tabloid Jerman, Bild, Christian Falk menyebut departemen scouting mereka sudah lama memantau Yamal dan memberikan cuplikan video yang membuat para petinggi klub terhipnotis:
“Gerakan menyerang, trik, dan situasi permainan yang ditampilkan Lamine Yamal muda benar-benar memukau. Mereka belum pernah melihat bakat seperti itu pada usia 14 tahun!” tulis Falk dalam bukunya Transfer Insider.
Bayangkan, seorang remaja yang belum genap 15 tahun sudah membuat pejabat tinggi klub Eropa bolak-balik Spanyol hanya untuk ‘menyalip’ klub lain.
Operasi Senyap Bayern: Incar Dua Pemain Sekaligus
Yang memberi klub tersebut harapan adalah fakta bahwa mereka sebelumnya juga sukses menarik pemain Barca U16, Adam Aznou, yang akhirnya resmi pindah pada Juli 2022. Artinya, jalur negosiasi dengan pihak yang sama sudah terbuka.
Namun ada satu masalah besar: Yamal belum cukup umur. Menurut regulasi, ia baru bisa pindah setelah ulang tahunnya yang ke-16 pada Juli 2023.
Karena itulah delegasi tersebut datang lebih awal untuk mengunci peluang sebelum dunia sepak bola menyadari betapa besarnya potensi bocah ini.
Jorge Mendes Masuk, Harga Melonjak
Saat mereka semakin serius mengejar Yamal, tiba-tiba muncul ‘plot twist’ besar. Agen super, Jorge Mendes yang juga menaungi Cristiano Ronaldo, mengambil alih representasi Yamal.
Dalam pertemuan lanjutan, ketika ditanya berapa biaya untuk merekrut Yamal, Mendes menjawab: “Dengan lima juta euro, saya mungkin bisa meyakinkan keluarga.”

Hanya lima juta euro, atau sekitar 4,3 juta poundsterling saat itu. Harga yang sekarang terasa lebih mirip diskon akhir tahun untuk pemain cadagan ketimbang nilai transfer pemain calon Ballon d’Or.
Namun meski harganya terdengar “murah”, Bayern Munchen tetap harus membahasnya dengan dewan internal mereka. Ini adalah investasi untuk pemain yang belum dikenal publik.
Tetapi Yamal bergerak terlalu cepat.
BACA JUGA: Usia 11 Diincar Barcelona Tapi Pilih Liverpool, Kini Jadi Teknisi Listrik
Bakat yang Tidak Bisa Lagi Ditahan
Sebelum klub itu bisa menyelesaikan proses diskusi internal, Yamal sudah mencuri perhatian dunia.

- 29 April 2023: Debut profesional di usia 15 tahun, 9 bulan, 16 hari menjadi termuda dalam sejarah Barcelona.
- Menutup musim sebagai juara liga termuda sepanjang masa.
- Barcelona sadar bahayanya kehilangan Yamal dan segera mengamankan kontrak.
- Oktober 2023: Yamal menandatangani kontrak hingga 2026 yang kini diperpanjang lagi hingga Juni 2031.
- Dengan klausul pelepasan yang benar-benar tak masuk akal: 1 miliar euro.
Transfer Yamal pun mustahil. Sementara itu, Gavi yang jadi target awal juga melejit lebih cepat dari yang diperkirakan. Ia meraih trofi Kopa, Golden Boy, dan menerima kontrak dengan klausul rilis 1 miliar euro, sama seperti Yamal.
Dua pemain super muda yang awalnya masih bisa didekati, kini berubah menjadi pemain yang “tidak tersentuh”.
Kadang Dunia Bergerak Terlalu Cepat

Jika dipikir-pikir, kisah ini punya aroma drama yang kita semua pernah rasakan. Kadang kita sudah bersiap, merasa selangkah di depan, bahkan yakin rencana kita aman. Tapi hidup bergerak lebih cepat. Dalam kasus ini, Yamal tumbuh lebih cepat dari proses negosiasi klub tersebut.
Dan seperti kebanyakan cerita hebat: mereka yang terlambat bergerak hanya bisa menyesal melihat apa yang terjadi kemudian.
Hari ini, Yamal bukan sekadar pemain muda berbakat. Ia adalah wajah masa depan Barcelona yang dulu nyaris pergi dengan harga setengah transfer pemain akademi.
FAKTA TERBARU:




