6 Timnas Terburuk di Dunia dari Tiap Konfederasi FIFA 2025

Ketika kita ngomongin sepak bola internasional, biasanya yang muncul di kepala adalah Brasil yang mengalirkan bola dengan indah, kisah heroik Lionel Messi juara dunia 2022, atau Inggris yang masih ingin mengulang juara dari 1966. Tapi kali ini, kita jalan-jalan ke sisi lain dunia, sisi yang lebih suram.

FIFA me-ranking 210 negara dari yang terbaik sampai paling mengenaskan, dan setiap konfederasi punya “wakil” sendiri di papan bawah klasemen. Enam konfederasi sepak bola dunia terdiri dari AFC (Asia), CAF (Afrika), CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia), CONMEBOL (Amerika Selatan), OFC (Oseania), dan UEFA (Eropa).

Nah, inilah enam tim nasional terburuk di dunia pada 2025, satu dari tiap konfederasi.

UEFA – San Marino (Peringkat 210)

San Marino sering jadi jawaban umum kalau kita ngomong “tim internasional terburuk”. Dan sayangnya, reputasi itu bukan mitos. Mereka duduk di peringkat paling buncit, nomor 210 dunia.

Negara mungil ini baru menang dua kali sejak 1986, keduanya melawan Liechtenstein, satu di 2004 dan satu lagi di Nations League 2024. Kini di kualifikasi Piala Dunia 2026, San Marino hancur lebur dengan kemasukan lebih dari 30 gol.

CONCACAF – Anguilla (Peringkat 209)

Anguilla duduk satu tingkat di atas San Marino, tapi kisah mereka tak kalah pahit. Mereka belum pernah tampil di Piala Dunia atau Gold Cup, dan rekor kekalahannya benar-benar ekstrim.

Pada kualifikasi Piala Dunia 2010, Anguilla kalah 12-0 dari El Salvador (bukan negara kuat) di leg pertama, lalu 4-0 di leg kedua, menjadikan skor agregat 16-0.

Kekalahan terbesar mereka? 15-0 dari Trinidad & Tobago pada 2019. Meski begitu, Anguilla pernah merasakan sukacita lewat sembilan kemenangan sepanjang sejarah mereka. Paling manis? Kemenangan 4-1 atas Montserrat tahun 2001.

AFC – Guam (Peringkat 201)

Guam pernah mencapai puncaknya pada 2015 saat nangkring di peringkat 146 dunia. Saat itu mereka bikin kejutan dengan menumbangkan India dan Turkmenistan pada 2015 untuk kualifikasi Piala Asia.

Sosok legendaris mereka adalah Jason Cunliffe, top skor sekaligus pemain dengan caps terbanyak di tim tersebut. Usianya kini 42 tahun dan masih jadi motor serangan. Sayangnya, performa Guam belakangan jeblok. Mereka kalah di 12 pertandingan resmi terakhir dan belum menang sejak 2019.

BACA JUGA: FIFA ASEAN Cup Diluncurkan, Saatnya Indonesia Juara?

CAF – Seychelles (Peringkat 204)

Seychelles kini menjadi tim terburuk di Afrika menurut peringkat FIFA. Negara ini sebenarnya pernah berada di ranking 129 pada 2006, lumayan tinggi untuk negara dengan populasi super kecil.

Namun sekarang situasinya jauh berbeda. Di kualifikasi Piala Dunia 2026, mereka kalah 3-0 dari Gabon dan dihajar Burundi 5-0.

Kadang kita lupa bahwa negara-negara kecil seperti ini berjuang dengan sumber daya terbatas, liga domestik yang kurang kompetitif, dan pemain yang sebagian besar bukan profesional.

OFC – Tonga (Peringkat 199)

Tonga pernah jadi headline dunia karena kekalahan legendaris 22-0 dari Australia pada 2001, sebelum Australia memecahkan rekor itu dua hari kemudian dengan 31-0 atas American Samoa.

Karena sempat vakum bermain selama empat tahun, Tonga bahkan sempat tidak masuk ranking FIFA. Mereka baru kembali aktif pada 2023 dan langsung kalah 7-0 dari New Caledonia.

CONMEBOL – Bolivia (Peringkat 76)

Terburuk di Amerika Selatan, tapi jauh lebih baik dibanding nama-nama sebelumnya. Ranking mereka 78 dunia, tapi di benua penuh monster seperti Brasil, Argentina, dan Uruguay, angka itu terasa sangat rendah.

Bolivia sudah tiga kali tampil di Piala Dunia (1930, 1950, 1994), namun belum pernah menang sekalipun. Kualifikasi 2026 juga dimulai buruk: kalah lima dari enam pertandingan awal.

FAKTA TERBARU: 

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.