Thibaut Courtois, Riyad Mahrez, dan Harry Kane saat di Premier League.
Seperti Isak, 7 Pemain Premier League Ini Mogok Main Agar Pindah Klub

Drama transfer memang sudah jadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola modern. Yang terbaru, Alexander Isak disebut-sebut menolak main lagi untuk Newcastle demi bisa pindah ke Liverpool. 

Sikap ini langsung bikin panas: ada yang menyebutnya “disgusting”, seperti Gabby Agbonlahor, tapi ada juga yang maklum, seperti Michael Owen yang bilang pemain berhak mencari jalan terbaik untuk kariernya.

Ternyata, Isak bukan yang pertama. Bahkan banyak nama besar di Premier League pernah melakukan aksi serupa, mogok main demi memaksa transfer ke klub baru. Siapa saja mereka?

Thibaut Courtois (Chelsea → Real Madrid)

Kiper ini memang punya riwayat sering “menghilang”, terbaru ketika musim panas 2024 ia tidak mau kembali ke tim nasional Belgia selama Domenico Tedesco masih menjadi pelatih. Hal ini pernah ia lakukan di Chelsea demi memaksa transfer kontroversialnya ke Real Madrid.

Mantan kiper pinjaman Atletico itu akhirnya resmi pindah ke rival sekota Madrid dengan harga 38 juta poundsterling pada 2018, setelah menolak kembali ke Chelsea untuk mengikuti latihan pramusim. Akibat tindakannya, ia kemudian didenda dua minggu gaji, tetapi pada akhirnya Chelsea tidak punya pilihan selain melepasnya.

“Ada kesalahpahaman seolah-olah dia ingin pindah dengan alasan yang salah, padahal sebenarnya dia ingin pergi dari Chelsea karena anaknya,” kata agen Courtois.

“Jika keluarganya ada di London, ceritanya akan berbeda. Dia pasti bertahan, tidak ada alasan meninggalkan klub seperti Chelsea, dia bisa memenangkan banyak trofi. Sayangnya, anak-anaknya tinggal bersama ibunya di Madrid.

William Gallas (Chelsea → Arsenal)

William Gallas merayakan gol bersama Chelsea di Premier League

Drama William Gallas dengan Chelsea pada 2006 jadi salah satu yang paling heboh. Bek asal Prancis itu disebut-sebut sampai mengancam akan bikin gol bunuh diri kalau dipaksa tampil lagi untuk The Blues. Ia juga dilaporkan menolak main di semifinal FA Cup lawan Liverpool, serta bolos dari tur pramusim ke Amerika. Semua itu terjadi karena Gallas ngotot ingin hengkang dari Stamford Bridge.

Akhirnya, di hari terakhir bursa transfer, Gallas berhasil keluar lewat skema barter plus uang: ia ke Arsenal, sementara Ashley Cole ke Chelsea. Tapi sebelum itu, manajemen Chelsea sempat merilis pernyataan yang cukup keras, menuduh Gallas tidak profesional dan bahkan mencoba merusak tim. Tentu saja Gallas membantah habis-habisan.

“Saya memang sangat ingin pergi, itu jelas. Tapi saya tidak pernah bilang ingin mencetak gol bunuh diri. Kalau ada yang mau bersembunyi di balik tuduhan itu untuk jaga muka di depan fans, silakan saja. Tapi saya rasa tidak ada yang akan percaya,” kata Gallas.

Riyad Mahrez (Leicester → Manchester City)

Cerita unik Riyad Mahrez dimulai jauh sebelum jadi bintang Premier League. Saat trial di klub Skotlandia, St Mirren, pada 2009, ia kabur naik sepeda karena tak betah dengan suasana latihan. Sembilan tahun kemudian, kebiasaan kabur itu muncul lagi, kali ini di Leicester City. Setelah gagal pindah pada musim panas 2017, Mahrez akhirnya mogok latihan pada Januari 2018.

Ia absen selama lebih dari seminggu, membuat suasana di Leicester memanas. Fans kecewa, manajemen kesal, dan rekan setim pun bingung. Tapi Mahrez tetap pada pendiriannya: ia ingin pindah ke klub besar. “Saya pergi karena butuh waktu untuk berpikir,” katanya setelah kembali. “Saya mungkin menyesal, tapi saat itu saya rasa itu hal terbaik yang bisa saya lakukan.”

Akhir cerita, Mahrez akhirnya dilepas Leicester ke Manchester City di musim panas berikutnya dengan harga 60 juta poundsterling. Di sana, ia meraih gelar Premier League dan Liga Champions. Jadi, aksi mogoknya terbukti sebagai langkah penting dalam perjalanan kariernya meski tetap menyisakan luka di hati fans Leicester.

Matheus Nunes (Wolves → Manchester City)

atheus Nunes gelandang Wolverhampton Wanderers

Musim panas 2023, Wolves menghadapi dilema besar ketika salah satu bintang mereka, Matheus Nunes, menolak berlatih. Sang gelandang asal Portugal itu begitu ingin pindah ke Manchester City, sampai-sampai memilih mogok latihan menjelang deadline bursa transfer.

Wolves pun kesal, bahkan direktur transfer Matt Hobbs terang-terangan bilang: “Saya kecewa dengan cara ini berakhir. Tidak perlu sampai mengambil sikap seperti itu.” Meski begitu, klub akhirnya menyerah dan melepas Nunes ke City dengan banderol 53 juta poundsterling. Dari sisi bisnis, Wolves untung besar, tapi rasa pahit tetap terasa.

Nunes sendiri kemudian mengaku menyesal. “Mungkin saya bisa lebih tenang. Tapi saya tidak bisa melewatkan kesempatan ini. Saya minta maaf pada fans yang marah dengan keputusan saya.” Pada akhirnya, ia berhasil bergabung dengan Pep Guardiola meski kemudian Pep sempat mengkritik Nunes karena dianggap belum cukup cerdas untuk bermain di lini tengah City. Ironis, bukan?

BACA JUGA: Disindir Tak Pernah Menang Ballon d’Or, Apa Kata Ibrahimovic?

Dimitri Payet (West Ham → Marseille)

Dimitri Payet mengenakan jersey West Ham United di Premier League

Dimitri Payet adalah pahlawan West Ham pada musim 2015/16. Ia tampil memukau, mencetak gol-gol indah, dan membawa The Hammers finis di papan atas Premier League. Namun hanya setahun berselang, kisah indah itu berubah jadi drama.

Payet tiba-tiba meminta klub menjualnya pada Januari 2017. Alasannya? Katanya bosan dengan gaya defensif West Ham. Ia jujur bilang ke L’Equipe: “Saya sudah kasih peringatan, tapi mereka kira saya bercanda. Lalu saya bilang, saya tidak akan main lagi.”

Slaven Bilic, manajer West Ham saat itu, mengungkap di depan media: “Payet tidak ingin bermain untuk kami lagi. Dia menolak latihan dan menolak bermain.” Pernyataan ini membuat fans marah besar dan menuduh Payet “pengkhianat.”

Akhirnya West Ham tak punya pilihan selain melepas sang bintang dengan harga sekitar 25 juta poundsterling ke Marseille. Sejak itu, Payet tak pernah lagi mendapatkan reputasi setinggi masa singkatnya di Premier League.

Luka Modric (Tottenham → Real Madrid)

Luka Modric mengenakan jersey Tottenham Hotspur

Luka Modric dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di generasinya, tetapi pada 2012 ia berada dalam situasi pelik bersama Tottenham Hotspur. Modric merasa kariernya butuh level lebih tinggi, sementara Spurs enggan melepas sang bintang begitu saja. Sang pemain bahkan sempat menolak ikut tur pramusim Tottenham ke Amerika Serikat sebagai bentuk protes.

Konflik ini membuat hubungannya dengan manajemen Spurs memanas. Chairman Daniel Levy menegaskan Modrić tidak dijual, tetapi di sisi lain Real Madrid sudah mengajukan tawaran serius. “Saya hanya ingin bermain di Liga Champions dan berkompetisi di level tertinggi,” ucap Modric kala itu.

Akhirnya, setelah tarik ulur panjang, Modric resmi pindah ke Real Madrid dengan harga sekitar 30 juta poundsterling. Keputusannya terbukti tepat karena ia kemudian memenangkan lima Liga Champions bersama Los Blancos dan bahkan meraih Ballon d’Or 2018. Spurs sempat merasa dikhianati, tetapi sejarah menunjukkan Modric memilih jalan yang benar untuk kariernya.

Harry Kane (Tottenham → Manchester City)

Harry Kane striker Tottenham Hotspur bertepuk tangan di lapangan

Paling ramai tentu Harry Kane pada 2021. Sang kapten Timnas Inggris saat itu ngotot ingin pindah ke Manchester City setelah Spurs gagal bersaing memperebutkan gelar. Kane bahkan sempat absen dari sesi latihan pramusim.

Daniel Levy, chairman Tottenham, menolak mentah-mentah tawaran City yang kabarnya mencapai 100 juta poundsterling. “Harry adalah bagian penting dari rencana kami,” tegas Levy. Fans Tottenham pun terbelah, ada yang memahami ambisi Kane meraih trofi, ada juga yang marah karena dianggap tidak menghormati klub.

Pada akhirnya, transfer itu gagal. Kane bertahan semusim lagi sebelum akhirnya pindah ke Bayern Munchen pada 2023. Drama mogok latihan Kane jadi salah satu saga transfer paling panas di era Premier League modern.

FAKTA TERBARU: Dario Conca, Messi KW Super Pemain Termahal Ketiga Dunia

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.