Ada masanya nama Ramon Calliste begitu dibicarakan di Carrington. Bocah Cardiff ini bahkan sempat dianggap calon penerus Ryan Giggs. Bayangin aja, umur 15 tahun sudah berlatih bareng Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, dan melihat langsung kharisma Sir Alex Ferguson.
“Saya dipantau selama dua tahun oleh pemandu bakat United. Ketika saya sampai di Old Trafford, saya bertemu Sir Alex Ferguson dan itu pengalaman luar biasa,” kata Calliste.
Harapan besar itu perlahan meredup. Calliste tidak pernah menembus tim utama Manchester United dan akhirnya dilepas pada 2005. Namun yang terjadi setelah itu justru lebih unik, karena jarang ada pemain United yang menyeberang langsung ke rival bebuyutannya, Liverpool.

Dari United Menyeberang ke Liverpool
Calliste kemudian menjadi pemain pertama sejak 1964 yang pindah langsung dari Manchester United ke Liverpool. Hebatnya, ia langsung jadi top skor tim cadangan The Reds musim 2005/06. Tapi seperti pepatah sepakbola yang sering kita dengar: “bakat besar pun tak selalu punya akhir bahagia”.
Kesempatan ke tim utama tak kunjung datang. Demi reguler bermain, Calliste pindah ke Scunthorpe United pada 2006. Tapi takdir kadang iseng: di pertandingan pramusim pertamanya, ia mengalami cedera mengerikan yaitu dislokasi pergelangan kaki, tulang retak, dan kerusakan ligamen parah.

“Jika saya cedera di Manchester United atau Liverpool, mungkin saya baik-baik saja. Tapi di Scunthorpe, saya rasa tidak mendapatkan perawatan medis yang tepat.”
Selama tiga tahun ia mencoba bangkit dan trial ke berbagai klub, dari Cambridge City sampai Levski Sofia, namun tubuhnya tak lagi sama. Pada 2009, ia memutuskan pensiun dari sepakbola profesional.
BACA JUGA: Antony Tolak Munchen Pilih Balik ke Betis, Apa Alasannya?
Pensiun Dini Tapi Jadi Lebih Sukses
Gagal di sepakbola bukan akhir bagi Calliste. Justru titik balik. “Saya menyadari sepak bola tidak akan memberi saya kehidupan yang saya inginkan, jadi saya menyiapkan sesuatu yang lain dan bergerak cepat,” ujarnya.

Ia masuk ke dunia yang sama sekali berbeda: bisnis jam tangan mewah. Lewat koneksi di dunia sepakbola dan reputasinya sebagai sosok yang dipercaya, ia mulai menjual Rolex, Audemars Piguet, Hublot, hingga model-model langka bernilai fantastis.
Harga jam yang ia jual berkisar £50.000–£250.000 (Rp1 miliar–Rp5 miliar). Kadang ia menjual jam langka senilai £150.000–£250.000 (Rp1 miliar–Rp3 miliar) per unit.
@olahbolacom Dapat jersey + tanda tangan Bastoni dari tukang tato 😅 Koleksi Inter Memorabilia Collector ini bener-bener ultra rare. Dari 230an jersey, masing-masing punya cerita uniknya sendiri. Langsung tonton di Youtube OlahBola sob 🚀 Kalau kamu, siapa pemain Inter favorit saat ini? 👇 #intermilan #seriea #bastoni #ligaitalia
♬ original sound – OlahBola.com – OlahBola.com
Bisnisnya, Global Boutique yang berdiri pada 2013, berkembang pesat. Bahkan menurut pengakuannya pada 2023, bisnis ini menghasilkan hingga £15 juta per tahun atau sekitar 320 miliar rupiah, angka yang bahkan melampaui gaji rata-rata pemain Premier League.
“Saya tidak melihat toko lain sebagai kompetitor. Pasarnya besar. Dan banyak orang sekarang lebih suka menikmati uang mereka untuk barang-barang mewah.”
Dari Toko Pertama Sampai Butik Mewah di Mayfair

Sebelum punya butik megah di Mayfair, Calliste mulai dari sebuah toko kecil di North London. Di tempat itulah ia belajar dunia retail mewah dari nol. Lalu, pada Desember 2021, ia meresmikan butik eksklusif di Mayfair, salah satu kawasan termewah di London.
Di sana, ia memamerkan koleksi jam tangan elite, tas Hermes, hingga perhiasan premium. Bahkan, sejak 2023 ia rutin membagi waktu antara London dan Dubai untuk bisnis dan keluarganya.
Calliste mengatakan bahwa cedera yang mengakhiri karirnya adalah “sebuah awal baru”. Kalimatnya tampak sederhana, tapi maknanya dalam.
Gagal di Satu Jalan Bukan Akhir Segalanya

Di Indonesia, banyak pemain muda yang gagal menembus karir profesional dan akhirnya “menghilang”. Kisah Calliste memberi perspektif berbeda: gagal di satu mimpi bukan berarti hidup selesai. Kadang justru membuka jalan yang lebih baik.
Dan siapa sangka pemain muda yang dulu dijuluki The Next Giggs kini hidup nyaman sebagai pengusaha jam tangan mewah dan punya butik di salah satu distrik paling prestisius di dunia?
Kadang hidup memang lucu: tak semua yang memulai sebagai bintang sepakbola akan berakhir di lapangan. Ada yang justru jadi jutawan jam tangan.
FAKTA TERBARU:




