Kalau ngomongin Ballon d’Or, yang kebayang biasanya striker haus gol atau playmaker yang operannya bisa bikin lawan kepeleset sendiri. Tapi ada satu posisi yang sampai sekarang kayaknya belum pernah “diajak nongkrong” di daftar pemenang yaitu fullback.
Ya, coba cek deh, dari Lev Yashin sang kiper legendaris di 1963, sampai Messi yang koleksinya udah bisa buka museum pribadi, gak ada satupun pemain murni fullback yang nyentuh trofi emas ini.
Dari data sejarahnya: striker memimpin jumlah pemenang, lalu disusul gelandang serang dan sayap. Bek tengah ada, bahkan kiper pun punya satu wakil. Tapi fullback? Nihil.
Distribusi Pemenang Ballon d’Or Berdasarkan Posisi
| Posisi | Jumlah Pemain | Nama Pemenang |
| Goalkeeper | 1 | Lev Yashin (1963 – Soviet Union) |
| Center Back | 3 | Franz Beckenbauer (1972, 1976 – West Germany), Matthias Sammer (1996 – Germany), Fabio Cannavaro (2006 – Italy) |
| Full-back (RB/LB) | 0 | — |
| CDM | 2 | Lothar Matthäus (1990 – West Germany), Rodri (2024 – Spain) |
| Central Midfielder (CM) | 3 | Josef Masopust (1962 – Czechoslovakia), Gianni Rivera (1969 – Italy), Luka Modrić (2018 – Croatia) |
| Attacking Midfielder (CAM) | 5 | Michel Platini (1983, 1984, 1985 – France), Johan Cruyff (1971, 1973, 1974 – Netherlands), Zinedine Zidane (1998 – France), Ronaldinho (2005 – Brazil), Kaká (2007 – Brazil) |
| Winger (LW/RW) | 5 | Stanley Matthews (1956 – England), George Best (1968 – Northern Ireland), Luis Figo (2000 – Portugal), Cristiano Ronaldo (2008, 2013, 2014, 2016, 2017 – Portugal), Lionel Messi (2009, 2010, 2011, 2012, 2015, 2019, 2021, 2023 – Argentina) |
| Striker / Center Forward | 8 | Gerd Müller (1970 – West Germany), Marco van Basten (1988, 1989, 1992 – Netherlands), George Weah (1995 – Liberia), Ronaldo Nazário (1997, 2002 – Brazil), Jean-Pierre Papin (1991 – France), Roberto Baggio (1993 – Italy), Andriy Shevchenko (2004 – Ukraine), Karim Benzema (2022 – France) |
BACA JUGA: Rapot 3 Pemain Abroad Indonesia: Diks, James dan Hubner
2025: Kesempatan Emas Nuno Mendes
Musim 2024/25 ini PSG bikin gebrakan besar. Mereka sapu bersih quadruple: Trophee des Champions, Ligue 1, Coupe de France, plus UEFA Champions League. Di tengah nama-nama beken seperti Ousmane Dembele dan Vitinha, ada sosok Nuno Mendes yang mencuri perhatian.

Mainnya? Komplit. Bertahan rapat, menyerang galak, crossing on point, dan stamina yang bikin iri netizen yang naik tangga dua lantai aja udah ngos-ngosan. Bahkan di level timnas, dia bantu Portugal juara UEFA Nations League 2025.
Kalau bicara momentum, ini udah kaya “jalan tol” buat fullback pertama di sejarah Ballon d’Or. Tinggal tunggu, apakah voters berani keluar dari kebiasaan milih penyerang dan playmaker.
Opini OlahBola: Saatnya Fullback Pecahkan Kutukan?

Di Indonesia, fullback tuh mirip ‘Pak Ogah’, jarang dipuji, tapi kalau gak ada mereka, kekacauan terjadi di mana-mana. Mendes bisa jadi pionir yang mengubah pandangan dunia soal posisi ini.
Apakah 2025 akan jadi tahunnya seorang fullback? Kalau iya, sejarah bakal ditulis ulang dan Nuno Mendes jadi nama pertama yang mengisinya. Kalau enggak… ya kita balik lagi ke dominasi pemain yang kerjaannya nyetak gol dan otomatis dapat spotlight.
FAKTA TERBARU:




