Pada 26 September 2012, seorang penyerang 16 tahun bernama Jerome Sinclair mencetak sejarah sebagai debutan termuda Liverpool. Masuk di laga melawan West Brom pada ajang Piala Liga, Sinclair mengaku itu adalah “mimpi yang jadi kenyataan.”
Brendan Rodgers, manajer Liverpool kala itu, langsung mengingatkan: “Sekarang kerja kerasnya baru dimulai. Tidak ada gunanya jadi pemain termuda kalau akhirnya hilang begitu saja.”

Sayangnya, kata-kata Rodgers itu seperti ramalan. Karir Sinclair yang awalnya penuh harapan malah berakhir dengan jalan yang tak banyak orang bayangkan.
10 Debutan Termuda Liverpool Sepanjang Masa
Debut Sinclair bikin namanya tercatat dalam sejarah klub. Lebih dari 10 tahun, ia masih memegang rekor tersebut. Berikut daftar 10 debutan termuda Liverpool:
| No | Pemain | Tanggal Debut | Usia Saat Debut |
| 1 | Jerome Sinclair | 26 Sep 2012 | 16 tahun 06 hari |
| 2 | Rio Ngumoha | 11 Jan 2025 | 16 tahun 4 bulan 13 hari |
| 3 | Harvey Elliott | 25 Sep 2019 | 16 tahun 5 bulan 21 hari |
| 4 | Trey Nyoni | 28 Feb 2024 | 16 tahun 7 bulan 29 hari |
| 5 | Jack Robinson | 9 Mei 2010 | 16 tahun 8 bulan 07 hari |
| 6 | James Norris | 17 Des 2019 | 16 tahun 8 bulan 13 hari |
| 7 | Kaide Gordon | 21 Sep 2021 | 16 tahun 11 bulan 16 hari |
| 8 | Ki-Jana Hoever | 7 Jan 2019 | 16 tahun 11 bulan 20 hari |
| 9 | Ben Doak | 9 Nov 2022 | 16 tahun 11 bulan 29 hari |
| 10 | Ben Woodburn | 26 Nov 2016 | 17 tahun 1 bulan 11 hari |
Daftar ini menunjukkan betapa beraninya Liverpool memberi kesempatan pada darah muda. Tapi, tak semua mampu bertahan di level tertinggi dan kisah Sinclair jadi contoh nyata betapa tipisnya garis antara “wonderkid” dan “pemain yang terlupakan.”
Perjalanan Singkat di Liverpool
Sinclair hanya tampil lima kali bersama tim utama. Ia sempat mencetak gol di Piala FA melawan Exeter City, bahkan ikut merasakan atmosfer laga perpisahan Steven Gerrard di Anfield.
Sinclair pun pernah menceritakan betapa besar pengaruh Gerrard dalam karirnya: “Gerrard sangat baik padaku dan membuatku merasa dilibatkan. Dia bahkan memintaku main di laga amal melawan tim Jamie Carragher. Aku bisa satu lapangan dengan idolaku, Thierry Henry. Itu tak akan pernah kulupakan.”

Namun, keputusan besar mengubah jalan hidupnya. Sinclair menolak kontrak baru Liverpool dan memilih pindah ke Watford pada 2016. Jurgen Klopp, yang saat itu baru melatih Liverpool, sampai berkomentar: “Lebih penting bagi pemain muda untuk mendapat pendidikan sepak bola ketimbang gaji besar di awal karir. Saya suka Jerome, tapi keputusan ada di tangannya.”
BACA JUGA: Dulu Angkat Trofi Liga Champions, Kini Jadi Kurir Paket
Karir Menurun, Peluang Hilang
Setelah hengkang, Sinclair gagal bersinar di Watford. Ia dipinjamkan ke berbagai klub seperti Sunderland, Birmingham, Oxford United, hingga VVV-Venlo (Belanda) dan CSKA Sofia (Bulgaria). Total karirnya hanya mencatat sekitar 110 penampilan profesional, jumlah yang jauh dari ekspektasi awal.

Tahun 2021, kontraknya diputus Watford, dan sejak itu Sinclair tak lagi mendapat klub. Ia sempat trial di Oxford pada 2022, tapi tak berlanjut. Kini di usia 29 tahun yang seharusnya menjadi usia emas bagi pesepakbola, Jerome Sinclair justru memutuskan untuk pensiun dari lapangan hijau.
Dari Sepatu Bola ke Bisnis Ayam Goreng
Lalu, ke mana Sinclair sekarang? Ternyata, ia banting setir ke dunia bisnis. Sinclair kini mengelola gerai ayam goreng Morley’s di Birmingham. Tahun 2022, akun resmi Morley’s bahkan menyambutnya: “Selamat datang ke keluarga Morley’s, Jerome Sinclair.”
Mantan manajernya di Oxford, Karl Robinson, mendoakan langkah barunya: “Yang penting dia bahagia. Entah kembali main sepak bola atau tidak, selama dia senang, itu yang terpenting.”
Kalau dipikir-pikir, ada sesuatu yang ironis sekaligus lucu. Dulu pemain termuda Liverpool, sekarang jadi bos ayam goreng. Dari Anfield ke “Ayam Field.”
Morley’s coming to Birmingham this month We’re Loading! Welcome to the Morley’s Family Jerome Sinclair 🤝 pic.twitter.com/AgX4u9uxVT
— Morleys UK (@MorleysChicken) July 6, 2022
Masih Main Bola, Tapi Beda Arena
Meski tak lagi profesional, Sinclair belum sepenuhnya berhenti main bola. Ia sempat ikut Baller League UK, liga mini lima lawan lima yang dikelola influencer seperti Tobi Brown (Sidemen). Bersama tim VZNFC, ia mencetak dua gol dari tujuh laga.
Lawannya di kompetisi ini juga bukan orang sembarangan: ada Jordon Ibe (eks-Liverpool) hingga Troy Deeney. Jadi, meski bukan di stadion megah, Sinclair tetap bisa merasakan atmosfer kompetitif.
Refleksi Seorang Mantan Wonderkid
Dalam sebuah wawancara di YouTube pada 2020, Sinclair jujur soal betapa sulitnya bersaing di Liverpool: “Melihat pemain-pemain yang ada, jelas sulit bagi striker muda untuk main reguler. Saat kontrak saya habis, dengan opsi yang ada, aku merasa itu keputusan yang tepat untuk pergi ke klub lain walau berat hati.”

Kisah Jerome Sinclair jadi pengingat bahwa dunia sepak bola bisa berubah cepat. Dari wonderkid yang digadang-gadang jadi bintang, sampai akhirnya memilih jalur baru sebagai pengusaha.
Buat fans Liverpool, mungkin ada rasa “sayang banget” atas karirnya. Tapi di sisi lain, siapa yang bisa menolak ayam goreng enak? Apalagi kalau beli langsung dari mantan pemain termuda Liverpool.
@olahbolacom Prediksi Ballon d’Or 2025 menurut pemain futsal Four Nations Cup 👀 Siapa menurut kamu yang akan dapat Bola Emas sob? #AyoNontonFutsal #DemiGaruda #TimnasFutsal #FutsalIndonesiaJuara #4NWS2025
♬ original sound – OlahBola.com – OlahBola.com
FAKTA TERBARU:




