Cole Palmer adalah jantung permainan Chelsea musim lalu. Dengan 15 gol dan 9 assist dalam 37 pertandingan Premier League, dialah playmaker utama yang membawa harapan fans The Blues. Tapi, semua beban kreativitas terlalu berat dipikul satu orang saja.
Masuklah nama Xavi Simons di bursa transfer musim panas 2025. Pemain RB Leipzig yang musim lalu tampil moncer di Bundesliga. Meski “cuma” main 25 kali, Simons mencetak 10 gol dan 7 assist. Bahkan jika dihitung per 90 menit, produktivitasnya mirip bahkan di beberapa aspek lebih unggul dari Palmer.
Kalau Palmer itu seniman yang menggambar dengan cat air memberi hasil yang halus, estetik, dan kadang melankolis, maka Simons adalah pelukis graffiti karena eksplosif, energik, dan berani ambil risiko. Bayangkan dua gaya itu digabung dalam satu kanvas di atas lapangan Stamford Bridge.
Statistik Bicara: Simons Tidak Main-main
Dari data head-to-head Simons vs Palmer musim lalu di liga top Eropa:
Statistik | Palmer (Chelsea) | Simons (RB Leipzig) |
Pertandingan | 37 | 25 |
Menit bermain | 3,195 | 2,157 |
Gol | 15 | 10 |
Assist | 10 | 7 |
Rasio Konversi Tembakan | 12% | 20% |
Pelanggaran yang Didapat | 60 | 56 |
Simons punya rasio konversi tembakan lebih baik (20% vs 12%) artinya, dia lebih efektif. Dan meski Palmer unggul jumlah menit dan pertandingan, Simons berhasil menyamai angka-angka penting dalam waktu yang lebih singkat.
Yang menarik? Simons lebih sering membawa bola ke depan (3,51) dibanding Palmer (3,38), dan lebih sering memenangkan duel di sepertiga akhir lapangan.
BACA JUGA: Nasib Josh McEachran, Wonderkid Chelsea yang Tolak Real Madrid
Chelsea Harus Bergerak Cepat
Dengan banderol sekitar £60 juta atau sekitar 1,3 triliun rupiah, Simons bukanlah rekrutan sembarangan. Tapi jika dibandingkan dengan Morgan Rogers, Eberechi Eze, atau bahkan Alejandro Garnacho yang juga dikaitkan dengan Chelsea, Simons memberikan keseimbangan sempurna antara produktivitas dan fleksibilitas.
Dia bisa main di kiri, kanan, sebagai No.10, bahkan false nine. Dalam sistem Enzo Maresca yang fleksibel dan menekankan positional play, ini adalah emas murni.

Dan hei, kita sedang bicara soal pemain yang tak hanya punya teknik dan visi, tapi juga mental: siap menerima tekel, siap menanggung tekanan. The kind of guy you want on the battlefield!
Opini OlahBola: Palmer Butuh Teman, Bukan Beban

Chelsea bukan sekadar butuh pemain kreatif lain. Mereka butuh “rekan seperjuangan” untuk Palmer. Kita sudah lihat musim lalu, saat Palmer menurun performanya, Chelsea seperti kehilangan arah.
Simons bisa jadi “partner in crime” yang akan membebaskan Palmer, atau bahkan mendorongnya ke level lebih tinggi.
Kalau Maresca bisa menemukan formula yang pas dengan Palmer dari kanan, Simons dari kiri atau tengah maka Premier League harus bersiap: Stamford Bridge bakal kembali jadi tempat berbahaya!
FAKTA TERBARU: Isi Kontrak Pemain Sepak Bola: 5 Hal yang Wajib Ada