Mark Clattenburg memimpin Final EURO 2016 antara Portugal dan Prancis, berdiri bersama Cristiano Ronaldo dan Hugo Lloris.
Kisah Clattenburg Ditawari ‘Hadiah Gila’ Saat Jadi Wasit

Mark Clattenburg bukanlah nama asing di telinga para penggemar sepak bola. Wasit asal Inggris ini pernah memimpin laga final Liga Champions dan EURO di tahun yang sama pada 2016. Tapi siapa sangka, di balik kiprahnya di lapangan hijau, ada cerita-cerita “off the pitch” yang bikin geleng-geleng kepala.

Dalam podcast Undr The Cosh, Clattenburg buka-bukaan soal pengalaman uniknya sebagai pengadil lapangan.

“Dari sudut pandang klub, kamu tidak bisa membayar wasit, kamu tidak bisa memengaruhi mereka secara langsung. Satu-satunya cara adalah lewat psikologi terbalik. Saya ingat Barcelona, misalnya, setelah pertandingan selalu ada tablet (semacam iPad atau sejenisnya) yang menunggu di ruang ganti, beberapa kaus, dan barang-barang kecil lainnya.”

“Bayern Munchen akan memberi pulpen Montblanc dan berbagai ‘goodies’ kecil. Jadi, memang ada beberapa klub yang suka memberikan hadiah kecil, dan dalam pikiranmu… itu terlihat sepele. Hadiah-hadiah itu boleh diambil karena nilainya masih di bawah batas yang diizinkan, tapi secara tidak sadar tetap memengaruhi pikiranku,” ungkap Clattenburg.

Mark Clattenburg berbicara dalam podcast Undr The Cosh membahas pengalaman sebagai wasit sepak bola internasional.

‘Hadiah’ Tak Terduga di Azerbaijan

Cerita paling mengejutkan? Ketika dia ditawari seorang perempuan setelah memimpin pertandingan di Azerbaijan.

“I had a situation in Azerbaijan, they offered me a female after the match and it was like crazy, man,” ucapnya santai. Ditanya apakah dia melaporkannya, Clattenburg hanya tertawa, “Saya anggap bercanda saja. Saya tolak baik-baik dan pergi.”

Mungkin buat sebagian orang, tawaran seperti itu terdengar seperti adegan film. Tapi ini nyata dan Clattenburg menanggapinya dengan elegan. Ia tahu batasnya. Tapi, kejadian ini juga menyiratkan sesuatu yang lebih dalam: bagaimana budaya lokal bisa berbenturan dengan etika profesi internasional.

BACA JUGA: Rio Ferdinand: Karier Veron di MU Hancur Karena Roy Keane

Kisah Lain: Hotel Mewah Real Madrid hingga Sir Alex

“Saya ingat saat pertama-tama jadi ofisial keempat dan bertugas ke luar negeri, kami belum mendapat gaji. Tapi klub tuan rumah akan membawamu ke toko jas. Karena mereka tidak menggajimu, mereka ingin membuatmu merasa istimewa dan memberikan semua yang mereka punya.”

Bukan hanya ‘hadiah’, tapi juga bentuk pelayanan ekstra sering diberikan klub tuan rumah. Clattenburg menyebut Real Madrid pernah menempatkannya di kamar hotel paling mewah, jauh lebih dari yang dia terima di tempat lain.

“Setelah kemudian kami mulai digaji, UEFA tidak mau ada pengaruh-pengaruh seperti itu atau klub lain merasa tuan rumah punya keuntungan. Tapi misalnya, Real Madrid, mereka selalu menempatkanku di hotel terbaik. Saya dapat kamar paling mewah, gila banget pokoknya,” ujar Clattenburg.

Sementara itu, dari sisi lapangan, ia juga bicara tentang bagaimana sosok seperti Sir Alex Ferguson atau almarhum Gary Speed memainkan mind games untuk memengaruhi keputusan.

Tapi di sisi lain, ada pemain seperti Craig Bellamy yang… ya, malah bikin wasit seperti Clattenburg kehilangan simpati karena sering bersikap kasar, verbalisasi yang buruk, protes berlebihan, dan perilaku yang emosional.

Mark Clattenburg memimpin undian koin antara Sergio Ramos dan Gabi di Final Liga Champions 2016 antara Real Madrid dan Atletico Madrid.

Opini OlahBola: Wasit Bukan Robot, Tapi Juga Bukan Boneka

Kalau kamu kira wasit cuma ‘robot berseragam hitam’ yang tak punya emosi, kamu salah besar. Cerita-cerita Clattenburg menunjukkan bahwa keputusan di lapangan kadang dipengaruhi faktor psikologis yang sudah dibangun jauh sebelum laga dimulai, bahkan tanpa disadari oleh penonton di stadion dan penonton layar kaca.

Clattenburg mungkin sudah pensiun, tapi kisahnya masih relevan karena sepak bola bukan cuma soal taktik dan teknik. Ada diplomasi, ada budaya, ada permainan emosi dan wasit berdiri tepat di tengah pusaran itu.

Jadi, lain kali kamu marah sama keputusan wasit, ingatlah: bisa jadi dia baru saja menolak ‘hadiah’ yang bahkan tak kamu sangka.

FAKTA TERBARU: 5 Pemain Idola Son Heung-min: Ronaldo atau Messi Nomor 1?

One Comment

[…] Kisah Clattenburg Ditawari ‘Hadiah Gila’ Saat Jadi Wasit […]

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.