Ketika mendengar nama John Terry, satu identitas langsung melekat kuat: kapten Chelsea. Sosoknya identik dengan ban kapten, tekel keras, dan loyalitas tanpa kompromi di Stamford Bridge.
Namun, siapa sangka, jauh sebelum ia menjadi simbol keberanian The Blues, John Terry pernah mengalami momen dipermalukan di depan umum oleh rekan setimnya sendiri.
Dan yang lebih mengejutkan: orang itu adalah kapten Chelsea saat itu, Dennis Wise.
John Terry: Dari Bocah Akademi ke Ikon Stamford Bridge
John Terry bukan pemain instan. Ia tumbuh dari akademi Chelsea, debut di tim utama pada 1998 saat masih remaja, dan perlahan menapaki jalan panjang menuju status legenda.
Total, Terry mencatat lebih dari 700 penampilan untuk Chelsea dan menghabiskan 20 tahun di klub London Barat tersebut. Trofinya? Jangan ditanya. Lima Liga Inggris, Liga Champions, Liga Europa, enam Piala FA dan trofi-trofi lain yang bakal bikin lemari penuh.
Tapi semua itu tidak datang tanpa proses. Dan salah satu pelajaran terkeras justru datang saat ia masih berusia 19 tahun.
@olahbolacom Pada gak tau logo no 6 Sob, Padahal gampang banget. Ada yang tau? #fyp #sepakbola #football #tebaktebakan #tebaklogo #footballtiktok
♬ Comedy (Funny Playful Tuba Pizzicato Clown Music) – Eliosmusic
Bonus Liga Champions Beli Mobil Baru
Usai mencatatkan penampilan awalnya di Liga Champions, John Terry muda menerima bonus. Seperti anak muda pada umumnya, dan mungkin juga kita semua kalau lagi kalap, ia memutuskan menghadiahi diri sendiri sebuah mobil baru.
Masalahnya, keputusan itu tidak luput dari pengawasan Dennis Wise. Dalam podcast The Footballer’s Guide to Football, Terry mengenang momen tersebut:
“Saya masih 19 tahun. Dapat bonus Liga Champions, lalu dengan bodohnya saya membeli mobil.”
Dan di situlah drama dimulai.
Momen Cekikan Legendaris Dennis Wise
Alih-alih menasihati dengan lembut, Dennis Wise memilih pendekatan khas Premier League era 90-an.
“Saya datang ke tempat latihan dengan mobil baru. Lalu Wise melingkarkan lengannya ke leher saya di koridor, di depan semua orang, dan berkata: ‘Kamu pikir kamu siapa? Pergi dan kembalikan mobil itu.’”

Bukan metafora. Bukan lebay. Dicekik. Di lorong. Di depan tim.
Kalau kejadian ini terjadi sekarang, mungkin sudah viral di TikTok, lengkap dengan thread X dan opini dari pakar body language.
BACA JUGA: Nasib Josh McEachran, Wonderkid Chelsea yang Tolak Real Madrid
Tegas Tapi Peduli: Nasihat yang Mengubah Terry
Yang menarik, cerita ini tidak berhenti pada kemarahan. Setelah menyuruh Terry mengembalikan mobil, Wise justru melakukan sesuatu yang tak terduga.
Ia membantu Terry mencari rumah dan mengarahkan sisa uangnya untuk investasi yang lebih masuk akal.
“Dia membawa saya berkeliling, membantu saya menemukan rumah, dan menyuruh saya menggunakan uang itu untuk membeli rumah. Itu adalah nasihat terbaik.”
Di sinilah sisi manusiawinya muncul. Keras di luar, peduli di dalam. Tipikal kapten yang tidak ingin pemain mudanya tersesat terlalu cepat oleh gemerlap uang.
Dari Murid ke Kapten Paling Sukses Chelsea
Dennis Wise sendiri adalah figur penting Chelsea era pra-Abramovich. Bergabung sejak 1990, ia menjadi kapten paling sukses klub saat itu dengan dua Piala FA, Piala Liga, dan Piala Super UEFA.
Namun rekor Wise sebagai kapten paling sukses akhirnya dilampaui oleh John Terry. Seolah semesta berbisik: “Pelajaran keras hari ini, kejayaan besar esok hari.”

“Saat itu saya merasa malu, tapi itu adalah nasihat terbaik yang pernah saya dapat,” kata Terry.
Siapa tahu, suatu hari nanti, ada pemain muda Chelsea yang hampir beli mobil sport pertama, lalu ditegur keras oleh Terry dengan pesan yang sama: jangan lompat terlalu jauh sebelum waktunya.
Dan dari situlah, mungkin, lahir John Terry berikutnya.
FAKTA TERBARU:




