Perjalanan karier Joao Pedro dari Fluminense hingga menjadi pemain Chelsea
Ayah Dipenjara, Ibu Kelaparan: Kisah Hidup Joao Pedro ke Chelsea

Dua gol ke gawang Napoli di Liga Champions (29/1) bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah potongan kecil dari perjalanan hidup Joao Pedro, pemain yang sejak kecil sudah terbiasa bertarung, bukan hanya di lapangan, tapi juga di hidup.

Chelsea berhasil bangkit, menang 3-2 di kandang Napoli, dan memastikan langkah mereka ke fase gugur Liga Champions bersama empat wakil Inggris lainnya. Buat sebagian fans, mungkin ini “cuma” dua gol di fase liga.

Joao Pedro terpilih sebagai Player of the Match bersama Chelsea di Liga Champions

Tapi kalau kita tarik garis ke belakang, gol-gol itu adalah puncak dari perjalanan hidup yang jauh dari kata mudah bagi Joao Pedro. Ia bukan hanya mencetak gol. Ia sedang membuktikan diri dengan cerita hidup yang lebih mirip film drama ketimbang dongeng pesepakbola modern.

Masa Kecil yang Tidak Mudah

Joao Pedro lahir di Ribeirao Preto, Brasil pada 26 September 2001. Saat ia masih bayi, hidupnya berubah drastis. Sang ayah, Chicao (mantan gelandang Botafogo) dipenjara 16 tahun dengan menjalani masa hukuman delapan tahun karena kasus pembunuhan. Ibunya, Flavia, harus membesarkan Joao seorang diri.

Pelatih U-17 Fluminense, Eduardo Oliveira, pernah berkata: “Orang hanya melihat puncak gunung es. Mereka tidak tahu betapa Joao harus berjuang, berkeringat, dan menangis untuk sampai ke Chelsea dan kini ke tim nasional Brasil.”

Bahkan ada masa ketika ibunya memilih tidak makan, demi memastikan Joao tetap bisa makan dan berlatih sepak bola. 

Joao Pedro bersama sang ibu Flavia yang berperan besar dalam kariernya

“Kami pernah mengalami masa-masa sulit secara finansial, sampai-sampai ibu saya rela mengorbankan makan agar saya bisa makan lebih baik,” kata Joao Pedro dilansir dari Daily Mail.

Tidak ada yang lebih menggambarkan cinta abadi seorang ibu kepada anaknya selain itu. Mungkin, dari sinilah mental “es batu” Joao Pedro terbentuk.

Pindah Kota, Pindah Nasib

Bakat Joao tercium Fluminense saat usianya 10 tahun. Artinya: harus pindah ratusan kilometer ke Rio de Janeiro. Bagi anak kecil, itu bukan mimpi indah tapi satu-satunya jalan hidup yang harus dicapai untuk keluar dari kemiskinan.

Tapi jalannya tidak langsung mulus. Saat usia 13 tahun, ia tumbuh terlalu cepat: tinggi, kurus, dianggap “tidak ideal”.

Potret Joao Pedro saat masih kecil di Fluminense awal perjalanan sepak bolanya

Sampai satu keputusan mengubah segalanya: posisi bermainnya diubah. Dari gelandang serang ke penyerang. “Dia seperti spons. Sekali dijelaskan, langsung menyerap,” kata pelatih Oliveira.

Joao Pedro mulai mencetak gol, bukan karena fisik, tapi karena otak dan insting. Ketika penyerang utama tim Fluminense U-17 dipromosikan ke tim utama, kesempatan pun datang menghampiri.

Oliveira berkata: “Kami memberi Joao kesempatan dan dia membuktikan bahwa dirinya adalah pencetak gol alami. Dia selalu berada di posisi yang tepat saat bola datang kepadanya.”

BACA JUGA: Akhirnya Terungkap! Alasan Transfer Neymar ke Chelsea Batal

Mental Baja Terbentuk di Watford

Ketika klub-klub besar Eropa memantau, Joao Pedro memilih Watford. Bukan Liverpool. Bukan Man City. Jalur yang “masuk akal”.

Januari 2020, Joao Pedro tiba di Inggris bukan sebagai bocah manja. Ia datang bersama ibunya, Flavia, ayah tirinya Carlos Junior, belajar bahasa, budaya, dan kerasnya sepak bola Inggris.

Mantan kapten Watford Troy Deeney pernah bercerita: Joao terlalu ingin membuktikan dirinya “bukan pemain Brasil yang lembek”. Setiap tekel dibalas. Setiap kontak jadi emosi, dia mulai kehilangan kendali dan mencari ribut.

Joao Pedro saat bermain untuk Watford di kompetisi Championship Inggris

Pandemi Covid menghantam, Watford degradasi ketika musim akhirnya berakhir pada Juli 2020. Namun Pedro tetap berperan penting dalam membawa The Hornets langsung promosi kembali.

Gol pertamanya di Premier League saat kemenangan 4-1 atas Manchester United pada November 2021, dan mendedikasikannya untuk mendiang ayah tirinya.

Setelah terdegradasi untuk kedua kalinya, pemain Brasil itu tampil luar biasa di Championship musim 2022/23, hingga Brighton menebusnya dengan nilai transfer sebesar £30 juta, rekor klub saat itu.

Jadi Pemain Emosional di Brighton

Joao Pedro merayakan gol bersama Brighton di ajang Premier League

Setelah pindah ke Brighton dengan rekor transfer klub, statistiknya? 30 gol, 10 assist dalam 70 laga. Elite. Tapi tak selalu mulus. Ada kartu merah, ada konflik latihan, ada stigma: “pemain emosional.”

Namun Brighton tahu satu hal: kualitas Joao Pedro nyata. Lalu Chelsea datang memberi tawaran yang terlalu sulit untuk ditolak dengan £60 juta, terutama karena sang pemain memang ingin melangkah ke tahap berikutnya dalam karirnya.

Chelsea & Kutukan Nomor 9

Pedro langsung terbang dari pantai di kampung halamannya untuk bergabung dengan Chelsea di ajang Piala Dunia Antarklub.

Joao Pedro memberi gestur hormat usai menghadapi mantan klubnya Fluminense

Di turnamen tersebut, ia mencetak dua gol ke gawang mantan klubnya, Fluminense pada laga semifinal, lalu menambah satu gol lagi di partai final saat Chelsea mengalahkan Paris Saint-Germain.

Pedro pun menjadi salah satu sosok paling positif di tengah start musim Chelsea yang masih naik turun, dengan catatan dua gol dan tiga assist dari lima pertandingan pertamanya di Premier League bersama The Blues.

Bahkan di laga Premier League melawan Crystal Palace (sebelum melawan Napoli), bisa dibilang ia man of the match di laga tersebut. Dan tadi malam, dua gol ke gawang Napoli di Liga Champions juga berhasil menyandang status sebagai MOTM.

Joao Pedro mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub bersama Chelsea

Ini bukan kisah striker instan. Ini kisah anak yang bertahan hidup, lalu belajar menang. Bukan demi Ballon d’Or. Bukan demi hype semusim. Tapi demi membayar kembali cinta yang dulu membuat seorang ibu rela kelaparan. 

Dan mungkin, untuk pertama kalinya sejak lama, Chelsea benar-benar menemukan penyerang yang mereka butuhkan.

FAKTA TERBARU:

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.