PSG & Real Madrid Kewalahan, Kenapa Klub Inggris Perkasa di UCL?

Jika ada yang masih ragu menyebut Premier League sebagai liga terbaik dunia, Liga Champions musim ini rasanya jadi jawaban paling telak.

Lima klub Inggris langsung finish di delapan besar fase liga di Liga Champions dan lolos otomatis ke babak gugur. Arsenal, Liverpool, Tottenham, Chelsea, dan Manchester City tampil konsisten. Bahkan, Inggris masih bisa mencetak enam wakil di 16 besar jika Newcastle lolos dari play-off.

Pelatih Tottenham, Thomas Frank, sampai bilang blak-blakan: “Itu dominasi yang nyata. Kami sudah lama bilang Premier League adalah liga terbaik di dunia, dan ini buktinya.”

Dan sulit membantahnya.

Sementara itu, dua raksasa finansial Eropa, Real Madrid dan Paris Saint-Germain justru harus melewati jalur tidak nyaman: play-off. 

Bukan Sekadar Kaya, Tapi Kaya yang Dipakai Buat Menang

Uang memang bukan segalanya. Tapi di sepak bola modern, uang yang dikelola dengan benar itu bisa menjadi senjata mematikan.

Menurut Deloitte Football Money League, dominasi Premier League terlihat sangat jelas di sisi finansial. Enam klub Inggris masuk dalam 10 besar klub dengan pendapatan tertinggi dunia, dipimpin oleh Liverpool di posisi kelima dengan pendapatan €836 juta (Rp16,5 triliun), disusul Manchester City (€829 juta / Rp16,3 triliun) dan Arsenal (€821 juta / Rp16,2 triliun). 

Manchester United berada di peringkat kedelapan dengan €793 juta (Rp15,6 triliun), Tottenham Hotspur di posisi kesembilan (€672 juta / Rp13,2 triliun), sementara Chelsea melengkapi dominasi Inggris di urutan ke-10 dengan pendapatan €584 juta (Rp11,5 triliun). 

BACA JUGA: 10 Klub Sepak Bola dengan Pendapatan Terbanyak 2025

Total belanja klub Inggris di bursa transfer musim panas lalu bahkan lebih besar dari Bundesliga, LaLiga, Serie A, dan Ligue 1 jika digabung.

Stephen Warnock, mantan bek Liverpool, merangkumnya dengan jujur: “Alasan terbesar dominasi klub Inggris adalah kekuatan finansial Premier League.”

Angka-angka tersebut menegaskan bahwa kekuatan klub Inggris bukan hanya soal kualitas di lapangan, tetapi juga soal daya beli, kedalaman skuad, dan stabilitas bisnis yang sulit ditandingi klub-klub Eropa lainnya.

Di Liga Champions, detail kecil seperti ini sering jadi pembeda antara klub yang lolos dan klub yang otomatis terpental.

Premier League Itu Seperti Maraton, Liga Champions Seperti Catur

Ada faktor menarik lain yang sering luput: gaya bermain. Anthony Gordon dari Newcastle menjelaskan dengan sederhana tapi kena: “Liga Champions lebih terbuka, tim-tim mencoba bermain. Premier League itu jauh lebih fisik, cepat, dan brutal.”

Premier League kini terasa seperti perang tanpa jeda: duel terjadi nyaris di setiap meter lapangan, transisi berlangsung secepat kedipan mata, set piece menjadi senjata rutin, dan pressing dilakukan tanpa henti selama 90 menit sehingga membuat setiap pertandingan terasa intens, melelahkan, dan brutal secara fisik.

Sementara di Liga Champions, banyak tim Eropa masih ingin “bermain cantik”. Masalahnya, melawan tim Inggris yang terbiasa duel 90 menit tiap pekan, itu seperti ngajak sprint pelari maraton.

Jadwal Lebih Ramah? Iya. Tapi Tetap Harus Menang

Apakah klub Inggris diuntungkan jadwal? Sebagian iya. 

Data dari Opta menunjukkan Arsenal, Tottenham, Liverpool, dan Chelsea mendapat drawing relatif lebih ringan di fase liga. Tapi Manchester City dan Newcastle justru tidak.

Newcastle bahkan harus menghadapi PSG sang juara bertahan, dan tetap masih punya harapan untuk melaju ke fase berikutnya.

Artinya: jadwal memang membantu, tapi bukan alasan utama.

Ancaman Terbesar: Capek

Ironisnya, satu-satunya musuh klub Inggris justru datang dari dalam: fatigue / kelelahan.

Premier League tidak kenal ampun. Tiap pekan rasanya final. Warnock menambahkan: “Sangat sulit bagi klub Inggris menjuarai Liga Champions karena liga domestiknya pun terlalu berat.”

Ini kenapa banyak pelatih lega saat lolos langsung ke 16 besar, dua laga ekstra jika harus menjalani play-off bisa jadi penurunan stamina bahkan cedera pemain inti.

@olahbolacom

Kira-kira siapa yang bakalan juara champions league musim 2023/2024 nih sob? #fyp #sepakbola #championsleague #tebaktebakan #perempuanbisa

♬ original sound – OlahBola.com – OlahBola.com

Jadi Kenapa Liga Inggris Terlalu Kuat?

Jawaban singkatnya sederhana: Premier League ditopang uang paling besar, dijalankan dalam liga paling fisik, dipanaskan oleh persaingan internal yang kejam setiap pekan, dan diperkuat kedalaman skuad yang berada di atas rata-rata klub Eropa, kombinasi yang membuat tim-tim Inggris lebih siap bertarung di level tertinggi Liga Champions.

Jika musim ini Inggris benar-benar mengirim enam tim ke 16 besar, itu bukan kebetulan. Itu hasil dari ekosistem liga mereka.

Dan untuk klub-klub Eropa lain, satu pertanyaan mulai muncul: bagaimana cara mengejar Premier League tanpa ngos-ngosan?

FAKTA TERBARU:

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.