Dulu Cetak 4 Gol vs Liverpool, Kini Hidup Viduka Jauh Dari Sepak Bola

Nama Mark Viduka hampir selalu muncul setiap kali nostalgia Premier League era awal 2000-an kembali ramai di media sosial. Postur besar, sentuhan halus, dan naluri gol mematikan membuatnya jadi simbol striker klasik, terutama bagi fans Leeds United.

Namun seiring waktu, satu pertanyaan mulai muncul di benak banyak penggemar: ke mana perginya Mark Viduka sekarang?

Di saat banyak mantan pemain memilih tetap berada di orbit sepak bola, entah sebagai pelatih, pundit, atau pengamat, Viduka justru menghilang dengan caranya sendiri dengan menjauh ribuan kilometer dari Inggris.

Menjauh dari Sepak Bola, Hidup Jadi Tenang

Bagi sebagian besar mantan pesepak bola, pensiun adalah awal karir baru di pinggir lapangan atau depan kamera. Tapi Viduka bukan tipe seperti itu.

Ia dikenal sebagai sosok yang mencintai sepak bola, tapi membenci embel-embelnya. Politik, kepalsuan, dan drama di level elite tak pernah cocok dengannya. Bahkan dalam wawancara bersama GIVEMESPORT, ia menyebut semua itu sebagai:

“Semua omong kosong yang nggak perlu.”

Kalimat itu terasa sangat Viduka, jujur, blak-blakan, dan tanpa basa-basi. Tak heran, ketika gantung sepatu pada 2009, ia memilih jalan yang jarang diambil legenda Premier League lainnya.

@olahbolacom

Basral ‘Gold’ Graito 🥇 Mengharumkan nama Indonesia lewat medali emas di Skateboard Street Putra di SEA Games 2025 👏 Next tujuannya mau ke Amerika Serikat sob, ada yang tau siapa skateboarder terbaik di US sekarang? Yang jawab Tony Hawk ketauan umurnya 😅 #SEAGAMES2025 #olahragatiktok

♬ original sound – OlahBola.com – OlahBola.com

Tinggal di Kroasia & Membuka Kedai Kopi

Kini, Mark Viduka menghabiskan hari-harinya di Kroasia, negara yang pernah menjadi bagian penting dalam karir awalnya saat membela Dinamo Zagreb.

“Saya meninggalkan Australia untuk bergabung dengan Dinamo Zagreb saat usia 19 tahun dan jatuh cinta dengan gaya hidup di sini. Saya dan istri memang selalu ingin punya kafe, sekadar untuk bersenang-senang. Tempat di mana semua orang diterima,” ungkap Viduka.

Kedai kopi miliknya bernama Non Plus Ultra, yang jika diterjemahkan berarti “Tidak Ada yang Lebih Tinggi”. Lokasinya berada di area perbukitan tersembunyi di utara Zagreb, tenang, jauh dari keramaian, dan sangat jauh dari atmosfer Premier League.

Bahkan mantan juara Wimbledon Goran Ivanisevic disebut-sebut menjadi pelanggan tetap di sana. Bukan tempat sembarangan, tapi juga bukan tempat pamer status.

Dengan gaya santai khas Viduka, ia bercanda soal perannya di kafe: “Dengar ya, istri saya yang mengerjakan semuanya. Saya cuma duduk, minum kopi.”

BACA JUGA: Kok Bisa Stankovic Main di Tiga Piala Dunia Untuk 3 Negara Berbeda?

Hobi Main Band Bareng Anak

Selain kopi, ada satu hal lain yang bikin Viduka betah jauh dari sorotan: musik.

Di waktu senggang, ia kerap bermain gitar dan bahkan mengisi posisi gitaris di band anaknya, Oliver, yang berperan sebagai drummer. Latihannya? Di basement rumah.

“Selain minum kopi? Saya main gitar. Anak saya, Oliver, drummer di sebuah band. Kalau salah satu temannya nggak bisa datang, saya yang masuk. Kami pakai basement karena tetangga nggak terlalu senang!”

Viduka juga mengaku penggemar berat Arctic Monkeys, terutama lirik-liriknya yang menurutnya jenius.

Legenda Premier League yang Menolak Sorotan

Bagi fans Leeds United, Newcastle United, dan Middlesbrough, Viduka akan selalu dikenang sebagai striker mematikan terutama saat mencetak empat gol ke gawang Liverpool dalam satu pertandingan.

Ironisnya, Viduka sendiri merasa laga itu bukan penampilan terbaiknya: “Saya nggak main bagus hari itu. Banyak sentuhan buruk, hold-up play jelek. Tapi saya punya empat tembakan dan semuanya gol. Seberapa sering itu terjadi?”

Statistik berbicara: 92 gol Premier League, menjadikan Viduka sebagai pencetak gol Australia terbanyak sepanjang sejarah liga Inggris. Namun hari ini, angka-angka itu tak lagi jadi pusat hidupnya.

Dari Elland Road ke Kedai Kopi

Perjalanan Viduka, dari Melbourne Knights, Dinamo Zagreb, Celtic, Leeds, Middlesbrough, hingga Newcastle, adalah kisah sukses sepak bola klasik. Tapi justru kehidupan setelah sepak bola inilah yang membuatnya semakin menarik.

Di tengah dunia modern yang sering memperlihatkan mantan pemain terseret kontroversi, Mark Viduka memilih jalur sebaliknya: tanpa sorotan kamera, tanpa debat di studio TV, dan bahagia dengan versinya sendiri.

Mungkin, bagi pria berusia 50 tahun ini, kemenangan terbesar bukan empat gol ke gawang Liverpool, melainkan bisa bangun pagi, minum kopi buatannya sendiri, dan main gitar tanpa perlu membuktikan apa pun ke siapa pun.

FAKTA TERBARU:

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.