Kolase pemain dari Bayer Leverkusen, Borussia Mönchengladbach, FC Cologne, dan Fortuna Düsseldorf dalam rivalitas Derby Rhein.
Derby Rhine: Rivalitas 4 Klub Paling Panas di Jantung Jerman

Kalau kamu pikir derby panas cuma soal sepak bola, maka Derby Rhine siap mengubah pandanganmu. Di barat laut Jerman, tepatnya di wilayah North Rhine-Westphalia, empat klub besar hidup berdampingan dalam jarak puluhan kilometer, dan pastinya saling tidak akur sejak lama.

Di sinilah Borussia Monchengladbach, 1. FC Koln, Bayer Leverkusen, dan Fortuna Dusseldorf bertarung, bukan cuma demi tiga poin, tapi demi harga diri regional.

Bagi fans lokal, derby ini bukan agenda di kalender. Ini urusan identitas.

Dusseldorf vs Koln: Rivalitas yang Dimulai dari Abad ke-13

Jarak: ±43 km
Derby pertama: 11 Mei 1950
Rekor Bundesliga: Koln unggul jauh

Pemain FC Cologne berusaha melewati hadangan Fortuna Düsseldorf dalam duel klasik Derby Rhein.

Rivalitas ini bahkan lebih tua dari sepak bolanya sendiri. Koln sudah menjadi kota besar sejak era Romawi, sementara Dusseldorf dulunya cuma… ya, sebuah dorf alias desa. Ketegangan memuncak pada tahun 1288 dalam peristiwa berdarah yang dikenal sebagai Slaughter of Worringen.

Tenang, sekarang tidak ada pedang atau tombak. Tapi tensinya tetap terasa terutama saat derby digelar di Bundesliga.

Di era modern, Koln jelas lebih dominan. Fortuna Dusseldorf memang sempat mencuri dua hasil imbang di musim 2024/25 Bundesliga 2, tapi secara historis, “Die Geißböcke” (Si Kambing Jantan) selalu punya posisi lebih tinggi.

Menariknya, Klaus Allofs (legenda Jerman dan juara Euro 1980) pernah jadi pahlawan dua klub tersebut. Hal yang di derby lain mungkin dianggap dosa besar.

Koln vs Bayer Leverkusen: Tetangga Dekat, Ego Lebih Dekat

Jarak: ±15 km (iya, sangat dekat)
Derby Bundesliga pertama: 1979
Rekor Bundesliga: Leverkusen unggul

Pemain Bayer Leverkusen dan FC Cologne berebut bola dalam duel sengit Derby Rhein di Bundesliga.

Ini derby dengan jarak tempuh lebih singkat dari kamu masak nasi goreng, tapi atmosfernya selalu panas.

Koln sering mengejek stadion Leverkusen sebagai “tempat parkir”, sementara Leverkusen dengan santai menunjukkan lemari trofi dan konsistensi mereka di Eropa. Sejak promosi ke Bundesliga tahun 1979, Die Werkself pelan tapi pasti mengambil alih dominasi regional.

Dan tentu saja, Koln akan selalu berkata: “Kami juara Bundesliga pertama sepanjang sejarah.”

Leverkusen akan membalas dengan senyum tipis dan berkata: “Kami juara tanpa kalah satu pun musim 2023/24.”

BACA JUGA: Reus, Reyna: 5 Pemain Top Bundesliga yang Bela Dua Borussia

Koln vs Borussia Monchengladbach: Derby Rhine yang “Paling Derby”

Jarak: ±57 km
Total derby Bundesliga: 99
Rekor: Gladbach unggul

Pemain Borussia Mönchengladbach merayakan gol ke gawang FC Cologne dalam pertandingan Derby Rhein.

Kalau ada satu derby Rhine yang disebut “yang paling besar”, inilah dia.

Semua berakar pada satu nama: Hennes Weisweiler. Pelatih legendaris ini membangun kejayaan Gladbach di era 1970-an, lalu melakukan hal yang dianggap pengkhianatan paling elegan dalam sejarah sepak bola Jerman: melatih Koln dan membawa mereka juara double winner.

Fakta unik yang bikin senyum: Maskot Koln adalah kambing bernama Hennes. Ya, itu bukan kebetulan.

Maskot kambing Hennes milik FC Cologne berdiri di pinggir lapangan saat atmosfer Derby Rhein di RheinEnergieStadion.

Pemain pun sering menyeberang antar kedua klub ini. Rainer Bonhof, Hans-Georg Dreßen, hingga Franz Wichelhaus yang ironisnya lebih dikenal sebagai dokter gigi setelah pensiun.

Derby ini keras, tapi entah kenapa tetap terasa “beradab”. Seperti dua tetangga lama yang sudah terlalu capek untuk benar-benar bermusuhan.

Leverkusen vs Monchengladbach: Superioritas Modern vs Romantisme Masa Lalu

Jarak: ±42 km
Rekor Bundesliga: Leverkusen unggul
Catatan: Leverkusen tak terkalahkan dalam 12 pertemuan terakhir

Pemain Borussia Mönchengladbach merayakan gol saat menghadapi Bayer Leverkusen dalam laga Derby Rhein Bundesliga.

Gladbach punya sejarah emas: lima gelar Bundesliga, dua UEFA Cup, dan final European Cup. Tapi semua itu terjadi sebelum Leverkusen benar-benar jadi kekuatan di era modern.

Leverkusen mungkin “anak baru” dalam sejarah panjang Bundesliga, tapi performa mereka membuat dua tetangga besarnya (Koln dan Gladbach) sering memperlakukan mereka sebagai “adik yang terlalu cepat sukses.”

Christoph Kramer jadi simbol era modern derby ini, pemain yang tumbuh di Leverkusen, matang di Gladbach, dan akhirnya memilih pensiun di klub tersebut.

Kenapa Derby Rhine Selalu Spesial?

Karena ini bukan soal siapa paling kaya, siapa paling viral, atau siapa paling sering masuk UCL. Derby Rhine adalah: soal jarak rumah ke stadion, soal cerita yang diwariskan dari kakek ke cucu, dan soal “kami” vs “mereka” yang tidak akan pernah selesai.

Dan justru karena itulah, derby ini selalu hidup, bahkan saat salah satu klub sedang terpuruk.

FAKTA TERBARU:

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.