Dalam dunia olahraga, stamina dan daya tahan fisik adalah segalanya. Jadwal pertandingan yang makin padat mengharuskan para atlet menjaga kondisi tubuh secara optimal. Di level kompetitif, seorang pemain sepak bola profesional bisa menjalani 60–70 pertandingan dalam setahun, belum termasuk latihan harian, turnamen pramusim, dan laga internasional.
Namun, sepadat apapun jadwal latihan, jika tubuh tidak dalam kondisi prima, performa di lapangan akan terganggu. Salah satu ancaman terbesar bagi stamina atlet adalah rokok.
Pemain Bola Terkenal yang Merokok

Meski rokok memiliki dampak negatif, ada beberapa pesepakbola top yang diketahui pernah merokok. Radja Nainggolan pernah terekam sedang merokok saat live di Instagram. Ashley Cole dan Mario Balotelli juga beberapa kali tertangkap kamera tengah menikmati rokok.
Bahkan legenda seperti Johan Cruyff, yang pernah meraih tiga Ballon d’Or, dikenal sebagai perokok berat. Cruyff bisa menghabiskan hingga 20 batang per hari selama masa kejayaannya. Namun ia sendiri kemudian berkata:
“Sepak bola telah memberikan segalanya untuk hidup saya, tapi tembakau hampir merenggut semua itu,” ucap Johan Cruyff setelah divonis kanker paru-paru.

Sepak Bola Modern Menguji Fisik Pemain
Zaman telah berubah. Sepak bola modern menuntut pemain untuk tampil prima dalam lebih dari 60–70 pertandingan per tahun. Ini termasuk: Liga domestik, Piala nasional, Kompetisi antar klub Eropa atau Asia, Jadwal timnas dan turnamen internasional.
Artinya, pemain profesional rata-rata bermain setiap 4–5 hari sekali, belum termasuk latihan, perjalanan, dan pemulihan. Dalam kondisi seperti ini, fungsi paru-paru dan sistem kardiovaskular yang optimal adalah keharusan mutlak.
Apa Dampak Merokok bagi Performa Atlet?
Menurut Cleveland Clinic, zat-zat berbahaya dalam rokok seperti tar dan karbon monoksida bisa merusak fungsi paru-paru secara signifikan. Paru-paru yang sehat bertugas menyuplai oksigen ke seluruh tubuh dan membuang karbon dioksida secara efisien. Jika fungsi ini terganggu, tubuh cepat lelah, konsentrasi menurun, dan risiko cedera meningkat.
Karbon monoksida yang dihirup dari asap rokok juga akan berkompetisi dengan oksigen dalam darah, membuat otot tubuh kekurangan suplai oksigen. Ini menyebabkan penurunan performa fisik secara langsung.
Menurut Dr. Bertrand Dautzenberg, pakar tembakau asal Prancis:
“Tembakau membahayakan sistem kardiovaskuler, dapat menyumbat pembuluh darah, dan menghambat saluran pernapasan. Dalam beberapa tahun, fungsi paru-paru bisa menurun drastis.”
Bahkan perokok pasif (terutama bagi atlet muda) juga bisa mengalami gangguan kapasitas paru-paru. Studi menunjukkan bahwa paparan asap rokok dalam jangka panjang bisa menyebabkan penurunan VO2 max, indikator penting untuk mengukur daya tahan kardiorespirasi.
Siapa Saja yang Tidak Pernah Merokok?
Beberapa pemain top dunia dikenal sangat menjaga gaya hidupnya dan tidak pernah merokok. Di antaranya:
- Cristiano Ronaldo, yang sangat vokal menolak alkohol dan rokok.
- Zlatan Ibrahimović, tetap tampil bugar hingga usia 40 tahun.
- Lionel Messi, meski pernah difoto memegang rokok pada tahun 2011, diyakini tidak menjadikannya sebagai kebiasaan. Bahkan foto tersebut disebut sebagai lelucon karena rokoknya pun tidak menyala.

Rokok = Performamu Terbakar
Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, yang juga pernah merokok di masa lalu, justru menegur pemain-pemain seperti Szczesny, Jack Wilshere, dan Gallas karena merokok.

Bahkan Patrick Vieira disebut-sebut sempat merokok dan mengoleskan balsam di bajunya agar tetap bisa bernapas lega saat bermain.
Meski dulu masih bisa “dimaklumi”, tapi di era sepak bola modern, kebiasaan merokok sangat sulit ditoleransi.
Jika Berhenti Merokok, Apa yang Terjadi?
Kabar baiknya, kapasitas paru-paru bisa meningkat hingga 30% hanya dalam waktu 2–3 bulan setelah berhenti merokok. Ini bisa membuat perbedaan besar dalam stamina dan ketahanan pemain.
Bahkan seorang Messi sekalipun tidak akan bisa bersaing jika paru-parunya hanya berfungsi 70%. Dan kamu bukan Messi, kan?
Mau Jadi Pemain Hebat? Stop Merokok Sekarang

Merokok mungkin terlihat “biasa” atau “gaul”, tapi dalam dunia sepak bola profesional, itu adalah penghambat besar performa. Tanpa paru-paru yang sehat dan stamina optimal, sangat sulit bersaing di level tertinggi.
Kalau kamu punya mimpi jadi pemain bola profesional yang konsisten dan melegenda hingga usia 40 tahun seperti Cristiano Ronaldo atau Zlatan Ibrahimovic, maka berhenti merokok adalah salah satu keputusan terbaik yang bisa kamu ambil hari ini.