Fans Real Madrid sempat dibuat heran pekan ini. Usai libur dua hari setelah kemenangan atas Rayo Vallecano di La Liga, skuad Los Blancos kembali berlatih tapi dengan pemandangan tak biasa: para pemain menjalani latihan intensitas tinggi sambil memakai masker biru di wajah mereka.
Beberapa nama besar bahkan mengunggah momen ini ke media sosial, memicu satu pertanyaan klasik: ini latihan atau eksperimen ilmiah?
Jawabannya: dua-duanya.
Bukan Gaya-gayaan, Ini Alat Super Canggih
Masker yang dipakai para pemain itu bernama Cosmed K5, perangkat berteknologi tinggi yang digunakan untuk mengukur performa fisik atlet secara presisi. Program ini dijalankan di bawah arahan Antonio Pintus, sosok di balik reputasi kebugaran elite para pemain Real Madrid.

Sekilas masker ini mirip alat altitude training, tapi fungsinya sangat berbeda. Pintus menjelaskan bahwa masker tersebut digunakan dalam tes singkat 15–20 menit untuk mengetahui:
- status aerobik dan anaerobik pemain
- level VO2 max (kemampuan maksimal tubuh menggunakan oksigen)
- sumber energi yang dominan: lemak atau karbohidrat
Dengan data ini, staf pelatih tahu persis: siapa yang sudah siap tempur, siapa yang masih perlu “dipanaskan”.
“Masker ini dirancang untuk mengetahui ambang aerobik dan anaerobik pemain serta kekuatan mereka saat ini,” kata Pintus dalam wawancara dengan Real Madrid TV.
🎭 The masks are back! pic.twitter.com/ymQdJwc1kE
— Real Madrid C.F. 🇬🇧🇺🇸 (@realmadriden) February 4, 2026
Latihan Ilmiah, Tapi Tetap Sepak Bola Banget
Menariknya, teknologi ini biasanya dipakai di lingkungan tertutup seperti treadmill atau sepeda statis. Namun Real Madrid melakukan adaptasi cerdas: tes dilakukan langsung di lapangan latihan, bukan di lab.
Menurut fisioterapis olahraga Ben Warburton, pendekatan ini jauh lebih efisien. “Mereka menggunakan alat berteknologi tinggi saat latihan berlangsung. Ini menguntungkan pelatih karena bisa mengetes pemain dan melatih mereka dalam waktu yang sama,” jelasnya.

Kalau dipikir-pikir, ini masuk akal. Di tengah padatnya jadwal kompetisi, klub tak perlu “mengorbankan” satu sesi latihan hanya untuk tes fisik.
Dan bonusnya? Risiko cedera lebih rendah.
“Dengan tes dilakukan di lapangan rumput, risikonya sedikit lebih kecil terhadap cedera jaringan lunak seperti betis yang kaku,” tambah Warburton.
BACA JUGA: Ternyata Messi Pernah Main untuk Atletico Madrid! Kok Bisa?
Detail Kecil yang Bikin Madrid Selangkah Lebih Depan
Di fase krusial menjelang akhir musim setiap liga, detail kecil bisa jadi pembeda besar. Dengan jadwal berat di La Liga melawan Valencia dan Real Sociedad, plus duel hidup-mati Liga Champions kontra Benfica, Real Madrid jelas tak mau bertaruh soal kondisi fisik para pemainnya.

Data dari masker ini memungkinkan pelatih:
- membandingkan kondisi pemain dengan baseline masing-masing
- menyamakan standar antar pemain di posisi yang sama
- menyesuaikan beban latihan secara individual
Atau bahasa sederhananya: latihan makin personal, bukan pukul rata.
Dan ya, teknologi ini memang mahal. Tapi untuk klub yang terbiasa berpikir soal kemenangan besar dan kesuksesan jangka panjang, investasi seperti ini terasa very Real Madrid.
Jadi, Kenapa Pakai Masker?
Karena di sepak bola modern, menang bukan cuma soal taktik dan ketergantungan pada pemain bintang di lapangan. Kadang, kemenangan dimulai dari data pernapasan, angka VO2 max, serta keputusan kecil yang tak terlihat kamera.
Dan Real Madrid? Mereka jelas tak mau kehabisan napas di saat musim memasuki tikungan paling tajam jelang akhir musim 2025/26.
FAKTA TERBARU:




