Persija Jakarta belum berhenti berburu pemain diaspora. Setelah lebih dulu mendatangkan Shayne Pattynama dan dirumorkan menggaet Ivar Jenner, kini Macan Kemayoran resmi memperkenalkan nama baru: Mauro Zijlstra.
Striker muda berusia 21 tahun itu langsung diikat kontrak jangka panjang. Persija menyodorkan durasi 2,5 musim, sinyal jelas bahwa klub tidak sekadar “coba-coba”. Namun yang bikin menarik, ada satu klausul yang langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional.
Kontrak Panjang, Tapi Tak Dikunci
Meski mengikat Mauro cukup lama, Persija menegaskan tidak ingin menghambat karir sang pemain. Jika di tengah jalan datang tawaran dari klub Eropa, manajemen berjanji tidak akan menghalangi langkahnya.
Sikap ini terasa segar. Di tengah iklim Super League yang sering dicap “sulit melepas pemain”, Persija justru memilih pendekatan realistis. Klub besar, tapi tetap paham mimpi pemain muda.
Lini Depan Makin Padat, Mauro Harus Siap Bersaing
Kehadiran Mauro otomatis membuat lini depan Persija semakin kompetitif. Saat ini Macan Kemayoran sudah memiliki Gustavo Almeida, Maxwell Souza, serta striker lokal Eksel Runtukahu.
Artinya jelas: menit bermain tidak akan datang cuma-cuma. Mauro harus benar-benar memanfaatkan setiap kesempatan.
Namun dari sisi tim, kondisi ini justru ideal. Persija punya banyak opsi, rotasi lebih fleksibel, dan persaingan internal yang sehat. Bagi pelatih, ini mimpi yang menyenangkan, meski bikin pusing dikit saat menentukan starter.
@olahbolacom Rating penampilan habibie vs vietnam sob? 🥵 #timnasfutsal l#fyp #sepakbola #football #afcfutsalasiancup2026
♬ suara asli – OlahBola.com – OlahBola.com
Mauro Bukan Proyek Instan
Direktur Persija, Muhamad Prapanca, menegaskan bahwa Mauro bukan rekrutan jangka pendek.
“Kami melihat Mauro sebagai pemain muda dengan potensi besar dan masa depan yang menjanjikan. Di musim ini dirinya akan menambah kedalaman skuad Persija.”
Ia menambahkan: “Kehadiran Mauro adalah bagian dari proses membangun tim yang kuat, bukan hanya untuk satu musim, tetapi untuk beberapa musim ke depan.”
Kalimat ini penting karena Persija ingin membangun fondasi, bukan sekadar tambal sulam demi target sesaat.
Dari Eredivisie ke GBK

Sebelum berlabuh di Jakarta, Mauro adalah pemain FC Volendam. Meski belum mencatat debut di Eredivisie, ia sudah enam kali masuk daftar cadangan dan rutin bermain di level U-21.
Bagi Mauro, hijrah ke Persija jelas bukan kemunduran. Justru ini peluang emas untuk mendapatkan menit bermain reguler, sesuatu yang sulit ia raih di Belanda.
Dan jujur saja, main di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan puluhan ribu The Jakmania? Itu pengalaman yang tidak bisa dibeli.
Mauro: Target Juara, Bukan Sekadar Debut
Mauro pun tak ragu menyuarakan ambisinya. “Saya sangat siap menyambut tantangan bersama Persija. Persija adalah tim besar yang memiliki target juara musim ini. Saya sangat antusias menerima tantangan ini.”
Persija dijadwalkan menjamu Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 8 Februari. Laga ini berpotensi menjadi momen debut Mauro bersama Macan Kemayoran.
Kalau debut di GBK, lawan Arema, atmosfer panas, tekanan tinggi, itu ujian sekaligus panggung sempurna. Tinggal satu pertanyaan: siapkah Mauro menjawabnya?
FAKTA TERBARU:
John Herdman Harap Pemain Liga 1 Ini Tembus Level Lebih Tinggi




