Musim panas 2005 seharusnya menjadi masa paling bahagia bagi Liverpool. Baru saja menjuarai Liga Champions lewat comeback legendaris di Istanbul, tapi kapten mereka, Steven Gerrard, justru membuat Anfield gempar.
Bukan karena gol atau trofi, melainkan karena menolak perpanjangan kontrak dan mengajukan permintaan transfer.
Dari Pahlawan Istanbul ke Musuh Publik?

Hanya enam minggu setelah mengangkat trofi Liga Champions, Gerrard secara resmi meminta izin meninggalkan Liverpool. Situasinya begitu emosional sampai-sampai sebagian fans membakar jersey “Gerrard” yang sudah 17 tahun bersama klub, sejak usia delapan tahun. Sebuah ironi pahit: pahlawan kemarin nyaris jadi pengkhianat hari ini.
Dalam pernyataan resminya, Gerrard berkata: “Ini adalah keputusan paling sulit dalam hidup saya. Saya sebenarnya berniat menandatangani kontrak baru setelah final Liga Champions, tapi lima sampai enam minggu terakhir mengubah segalanya.”

Di momen itu, Gerrard menolak kontrak baru senilai £100 ribu per pekan. Liverpool diam-diam bersiap untuk kemungkinan terburuk. Klub tak menutup opsi meminta pemain Chelsea + uang tunai, dengan nama Damien Duff disebut-sebut masuk radar.
CEO Liverpool saat itu, Rick Parry, mencoba meredam situasi: “Kami sangat ingin Stevie bertahan. Ada kesedihan yang nyata. Tapi klub ini lebih besar dari satu pemain. Kami akan bergerak dan membuat Liverpool lebih kuat.”
Liverpool Ajukan Deal “Tidak Masuk Akal”
Ketika Chelsea dan Real Madrid dikabarkan siap perang harga, Madrid bergerak cepat. Media Spanyol, AS menyebut Liverpool terbuka bernegosiasi.
Namun yang diminta The Reds benar-benar “level Football Manager dengan cheat aktif”.
Liverpool dikabarkan meminta sekitar £40 juta plus tiga pemain Real Madrid: Ruben De la Red, Alvaro Arbeloa dan Javi Garcia.
Tak heran jika Madrid menilai tawaran ini “terlalu berat” dan perlahan mendinginkan minat mereka. Pada akhirnya, Gerrard menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun. Saga pun mereda, tapi hanya sementara.
Ironisnya, beberapa tahun kemudian Arbeloa dan Javi Garcia justru sempat bermain untuk Liverpool, tanpa Gerrard harus pergi ke Bernabeu.
Bukan Soal Uang, Tapi Soal Dihargai
Meski fans fokus merasa aneh pada nominal kontrak sebesar £100 ribu per pekan yang ditolak Gerrard, ternyata masalah utamanya bukan uang. Negosiasi kontrak disebut terlambat dimulai, membuat Gerrard dan agennya merasa tidak diprioritaskan.
Manajer Liverpool saat itu, Rafael Benitez mengklaim klub sudah mencoba membuka pembicaraan tiga kali sebelumnya, namun selalu diminta menunggu hingga akhir musim. Ketika pembicaraan akhirnya dimulai, semuanya sudah terlanjur panas.
Ini bukan cerita tentang keserakahan, melainkan tentang rasa tidak dihargai di momen yang paling menentukan.
BACA JUGA: Dua Bintang Besar Tolak Ajakan Gerrard Gabung Ke Liverpool
Godaan ke Madrid Datang Lagi Lewat Mourinho
Lima tahun kemudian, cerita hampir terulang. Kali ini, Real Madrid dipimpin oleh Jose Mourinho. Gerrard kembali masuk radar. Usia matang, pengalaman segudang, dan profil sempurna untuk sepak bola Spanyol.
Namun sekali lagi, jawabannya sama: tidak.

Menjelang duel Liga Champions 2014 antara Liverpool dan Madrid, Gerrard mengakui dilema itu: “Saya sangat tersanjung dikaitkan dengan klub sebesar Real Madrid. Saya punya beberapa kesempatan ke sana, tapi saya menolak karena ikatan besar dengan klub dan kota saya.”
Ia bahkan mengakui penyesalan: “Mungkin suatu hari saya menyesal karena tidak menantang diri di negara lain. Tapi penyesalan saya akan jauh lebih besar jika meninggalkan klub yang saya cintai.”
Loyalitas yang Kini Terasa Langka

Di era sepak bola modern, saat loyalitas sering kalah oleh klausul rilis, kisah Gerrard terasa makin langka. Ia bukan tanpa pilihan, bukan tanpa tawaran besar, dan jelas bukan tanpa ambisi.
Namun bagi Gerrard, Liverpool bukan sekadar klub. Itu rumah. Dan mungkin, justru karena ia tidak pernah ke Real Madrid, statusnya sebagai ikon Liverpool terasa utuh dan abadi.
Atau seperti yang ia katakan sendiri: “Saya penggemar besar Real Madrid. Mereka klub spesial. Tapi Liverpool adalah nomor satu bagi saya.”
FAKTA TERBARU:




