Kalau ada satu orang di dunia sepak bola yang opininya sulit dibantah, namanya adalah Pep Guardiola. Pria asal Spanyol ini bukan cuma pelatih jenius, tapi juga saksi hidup evolusi sepak bola modern.
Bayangkan saja: ia melatih Barcelona, Bayern Munchen, dan Manchester City, serta bekerja langsung dengan pemain-pemain hebat seperti Lionel Messi, Kevin De Bruyne, Thierry Henry, hingga Erling Haaland. Dan pada musim 2023/24, Guardiola kembali mencetak sejarah dengan membawa City meraih empat gelar Premier League beruntun, sebuah rekor yang belum pernah ada sebelumnya.
Nah, ketika Pep bicara soal siapa pemain terhebat sepanjang masa, dunia tentu mendengarkan. “Mereka melakukan banyak hal selama bertahun-tahun. Pemain-pemain seperti ini membuat sepak bola menjadi tempat yang lebih baik.”
Dan menariknya, dari sekian banyak bintang yang pernah ia latih, hanya satu yang masuk daftar. Mari kita bedah satu per satu.
@olahbolacom Bukan soal skill, tapi waktu kebersamaan yang jadi kelemahan Timnas Indonesia. Sekarang udah nggak ada alasan: talenta ada, pelatih berpengalaman, chemistry sudah terbentuk, targetnya jelas ke Piala Dunia 2030 🔥 Siap bikin sejarah, Garuda? 🇮🇩🦅 #AseanChampionship2026 #HyundaiCup #AseanUtdFC
♬ original sound – OlahBola.com – OlahBola.com
Lionel Messi (Argentina)

Tak ada kejutan di sini. Messi adalah mahakarya Guardiola. Di bawah asuhan Pep, Messi mencetak 211 gol dan 94 assist hanya dalam 219 pertandingan, angka yang bahkan terdengar tidak manusiawi. Mereka memenangkan treble legendaris bersama Barcelona pada 2009.
Dan ketika Messi akhirnya mengangkat Piala Dunia 2022 bersama Argentina, perdebatan GOAT praktis berhenti… kecuali di kolom komentar media sosial.
Cristiano Ronaldo (Portugal)

Lucunya, Ronaldo tidak pernah dilatih Guardiola. Tapi justru di situlah menariknya. CR7 adalah “musuh utama” Pep di era El Clasico. Gol demi golnya untuk Real Madrid menjadi mimpi buruk Barcelona.
Guardiola bahkan pernah berkata dengan nada khasnya: “Cristiano Ronaldo itu monster, dan ayah dari monster itu adalah Messi.”
Sindiran halus, tapi tetap penuh respek.
Pele (Brasil)

Guardiola jujur: ia tidak pernah melihat Pele bermain langsung. Tapi warisan Pele terlalu besar untuk diabaikan. Tiga Piala Dunia, 77 gol untuk Brasil, dan dampak sosial yang melampaui di lapangan.
“Seperti film bagus atau buku hebat. Kita masih membicarakannya sampai sekarang, karena dia memang luar biasa,” ujar Pep.
Kalau sepak bola adalah seni, Pele adalah fondasi museum-nya.
BACA JUGA: Pep Guardiola Ungkap Satu Manajer yang Lebih Hebat Darinya
Diego Maradona (Argentina)

Maradona adalah bukti bahwa sepak bola juga soal emosi. Piala Dunia 1986, “Gol Tangan Tuhan”, dan kisah bersama Napoli yang nyaris mitologis. Tekniknya liar, kepribadiannya kontroversial, tapi magis.
Ia bukan pemain yang sempurna. Tapi justru di situlah Maradona dicintai.
Johan Cruyff (Belanda)

Bisa dibilang, Guardiola adalah murid ideologis Cruyff. Total Football, filosofi posisi, dan cara memandang sepak bola sebagai sistem, semuanya berakar dari Cruyff.
Pep bahkan pernah berkata: “Saya tidak tahu apa-apa soal sepak bola sebelum mengenal Cruyff.”
Kalau kamu menikmati permainan tim yang “rapi tapi mematikan”, ucapkan terima kasih pada Cruyff.
Franz Beckenbauer (Jerman)

Satu-satunya pemain bertahan dalam daftar ini. Beckenbauer adalah definisi defender modern sebelum zamannya. Elegan, visioner, dan pemimpin sejati.
Dua Ballon d’Or, juara Piala Dunia 1974, dan dominasi Eropa bersama Bayern Munchen. Julukannya pas: Der Kaiser.
Kenapa Daftar Ini Terasa Spesial?
Karena ini bukan daftar viral ala media sosial, tapi perspektif seorang pelatih yang hidup bersama para legenda. Menariknya, Guardiola tidak menyebut ini sebagai soal siapa “terbaik secara statistik”.
“Pele, Maradona, Cruyff, Messi, Beckenbauer, Cristiano Ronaldo, para pemain ini akan abadi. Mereka telah melakukan begitu banyak hal selama bertahun-tahun.”
“Apa yang mereka hasilkan adalah perasaan dan emosi bagi banyak orang. Kita melihatnya di Piala Dunia, satu tim bisa menghadirkan perasaan luar biasa bagi satu negara, itu sungguh luar biasa. Pemain-pemain istimewa inilah yang mampu menghadirkan emosi tersebut,” tutur Pep Guardiola.
Baginya, di situlah keenam pemain ini berbeda dari yang lain.
FAKTA TERBARU:




