10 Klub Sepak Bola dengan Pendapatan Terbanyak 2025

Sepak bola modern bukan cuma soal menang di lapangan, tapi juga menang di laporan keuangan. Deloitte Football Money League terbaru memperlihatkan peta kekuatan finansial klub-klub elite Eropa, dan ada beberapa fakta menarik yang bikin kamu terkejut.

Yang paling mencolok? Tak satu pun klub Premier League masuk empat besar, sebuah kejadian yang baru pertama kali terjadi sepanjang 29 tahun sejarah laporan ini. Padahal, Liga Inggris sering disebut sebagai “liga paling kaya di dunia”.

Secara sederhana, pendapatan klub sepak bola modern datang dari tiga sumber utama. Pendapatan hari pertandingan (matchday) mencakup penjualan tiket, layanan hospitality atau VIP, makanan dan minuman di stadion, hingga merchandise yang dibeli suporter saat laga berlangsung.

Lalu ada pendapatan hak siar (broadcast), yakni uang yang mengalir dari kompetisi domestik maupun Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa yang ditayangkan melalui televisi dan platform streaming.

Sementara itu, pendapatan komersial berasal dari sponsor jersey dan sponsor utama, kerja sama dengan berbagai brand global, penjualan merchandise ke seluruh dunia, tur pramusim, hingga event non-pertandingan seperti konser dan acara korporat di stadion.

Lalu, siapa saja 10 klub yang memiliki pendapatan tertinggi sepanjang musim 2024/25? Mari kita terjemahkan kekayaan klub-klub ini ke dalam rupiah (Konversi Rupiah menggunakan asumsi €1 = Rp19.700).

10. Chelsea

€584 juta | ± Rp11,5 triliun

Chelsea membuka daftar 10 besar. Pendapatan mereka datang dari matchday €103 juta, broadcast €242 juta, dan komersial €239 juta. Musim yang naik-turun di lapangan langsung tercermin di neraca keuangan.

9. Tottenham Hotspur

€673 juta | ± Rp13,2 triliun

Tanpa trofi besar, tapi stadion modern jadi ATM berjalan bagi Spurs. Pendapatan matchday €151 juta, broadcast €192 juta, dan komersial €330 juta. Tottenham bukti nyata bahwa stadion bisa lebih berharga dari lemari piala.

8. Manchester United

€793 juta | ± Rp15,6 triliun

Dulu rajanya Money League, kini harus puas di posisi delapan. Broadcast turun ke €206 juta akibat absen dari Liga Champions. Brand masih raksasa, dengan ditopang pendapatan dari sisi Matchday €191 dan sisi Komersial €397.

7. Arsenal

€822 juta | ± Rp16,2 triliun

Kebangkitan Arsenal terasa nyata bukan hanya di lapangan tapi juga dari segi keuangan. Pendapatan matchday €183 juta, broadcast €325 juta, dan komersial €314 juta. Emirates yang menjadi sponsor penuh dari jersey hingga stadion, performa tim asuhan Arteta yang stabil, membuat dompet klub ikut mengembang.

BACA JUGA: 8 Pemain Bola Ngaku Setia, Tapi Malah Cepat Pindah Klub

6. Manchester City

€829 juta | ± Rp16,3 triliun

City turun ke posisi enam. Pendapatan matchday €89 juta, broadcast €332 juta, dan komersial €408 juta. Ini bukti meski fans klub tidak terlalu banyak tapi bisa menggali pundi-pundi keuangan dari sektor lain yang bisa menambah kekayaan klub City.

5. Liverpool

€836 juta | ± Rp16,5 triliun

Konser musik Taylor Swift digelar di stadion sepak bola Anfield Liverpool, mencerminkan strategi klub memaksimalkan pendapatan non-pertandingan.

Liverpool jadi klub Inggris terkaya musim ini. Selain dari matchday €150 juta, broadcast €321 juta, dan komersial €366 juta, Anfield juga rutin jadi venue konser besar, diantaranya tahun lalu ada Taylor Swift, Dua Lipa, dan Bruce Springsteen menjadi kombinasi cuan yang sulit dilawan.

4. Paris Saint-Germain

€837 juta | ± Rp16,5 triliun

Meski era Messi, Neymar dan Mbappe berakhir, PSG tetap kuat. Dari matchday €177 juta, broadcast €293 juta, dan komersial €367 juta menunjukkan Paris masih jadi magnet global.

3. Bayern Munchen

€861 juta | ± Rp17 triliun

Stabil dan efisien ala Jerman. Uang yang terkumpul dari matchday €147 juta, broadcast €252 juta, dan komersial €462 juta. Bayern jarang gaduh, apa karena selalu kaya?

2. Barcelona

€975 juta | ± Rp19,2 triliun

Di tengah krisis finansial yang sering jadi headline, Barcelona tetap raksasa bisnis. Komersial €522 juta jadi tulang punggung, ditambah dari matchday €210 juta dan komersial €243 juta. Brand Barca masih terlalu besar untuk jatuh.

1. Real Madrid

€1,16 miliar | ± Rp22,1 triliun

Tak tertandingi. Pemasukan dari matchday €233 juta, broadcast €335 juta, dan komersial €594 juta. Renovasi Bernabeu berhasil mengubah stadion jadi mesin uang kelas dunia. Ini bukan sekedar klub bola tapi sudah jadi korporasi global.

Sepak Bola Sudah Jadi Industri Hiburan

Seperti disampaikan pihak Deloitte dikutip dari The Guardian:

“Ada pergeseran besar dalam model bisnis klub, dengan fokus memaksimalkan kekuatan brand dan aset stadion mereka. Stadion kini bukan sekadar tempat pertandingan, tapi destinasi hiburan sepanjang tahun.”

Singkatnya, klub yang paling kaya bukan cuma yang sering juara, tapi juga yang paling pintar menjual pengalaman.

FAKTA TERBARU: 

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.