Pemain Real Madrid merayakan gol penalti Zinedine Zidane saat melawan Real Sociedad dalam laga lanjutan enam menit di Santiago Bernabeu tahun 2005.
Laga Absurd! Kok Bisa Real Madrid Cuma Main 6 Menit di Bernabeu?

Sepak bola biasanya diukur dalam 90 menit. Kadang lebih, jika masuk injury time. Tapi di Santiago Bernabeu, Januari 2005, sepak bola hanya butuh enam menit untuk menjadi cerita abadi.

Bukan karena hujan gol, kartu merah, atau drama perebutan gelar juara, melainkan karena situasinya begitu absurd hingga sulit dipercaya pernah terjadi di level tertinggi La Liga. Stadion penuh, tensi tinggi, dan nasib tiga poin ditentukan dalam waktu yang bahkan belum cukup untuk menyeduh kopi di rumah.

Pertandingan paling singkat dan paling aneh itu justru melahirkan momen ikonik: penalti penentu, debut pelatih Real Madrid yang tak lazim, serta satu malam di Bernabeu yang membuktikan bahwa dalam sepak bola, logika sering kali kalah oleh fakta.

Dari Laga Normal ke Situasi Darurat

Kisah ini bermula pada 12 Desember 2004. Madrid menjamu Sociedad dan laga berjalan normal dengan skor 1-1, dengan gol dari Ronaldo dan Nihat Kahveci. Namun di menit ke-87, suasana berubah total.

Seseorang yang mengaku berbicara atas nama kelompok separatis Basque ETA menghubungi surat kabar Gara, mengklaim bom akan meledak di stadion pukul 21.00. 

Kick-off sendiri pukul 19.00, dan sekitar 20.45 wasit Vicente Jose Lizondo Cortes menghentikan laga saat pertandingan sudah berjalan 86 menit 20 detik. Alhasil 70.000 penonton dievakuasi. 

Para pemain Real Madrid dan Real Sociedad meninggalkan lapangan Santiago Bernabeu usai pertandingan dihentikan karena ancaman bom pada Desember 2004.

“Kami takut setengah mati. Sayang sekali olahraga dan politik tercampur aduk,” ujar pemain Real Madrid, Ivan Helguera.

Untungnya, ancaman itu palsu. 

Enam Menit yang Mengundang Tanda Tanya

Alih-alih mengesahkan skor 1-1, diputuskan sisa 6 menit (ditambah injury time) dilanjutkan pada 5 Januari 2005. Inilah momen paling aneh: ribuan fans datang ke Bernabeu untuk menonton kurang dari 10 menit laga sepak bola.

Kalau ini terjadi sekarang, mungkin kolom komentar sudah penuh dengan: “Bang, ini highlight atau full match?”

Ada twist lain. Real Madrid sempat-sempatnya ganti pelatih. Wanderley Luxemburgo menjalani laga debut, dan itu… cuma enam menit.

BACA JUGA: Gaji Tertinggi di La Liga 2025/26: Ada yang lebih dari Rp 10 Miliar!

Debut Pelatih Paling Aneh dalam Sejarah Real Madrid

Bagi Vanderlei Luxemburgo, enam menit itu bukan sekadar laga aneh. Itu adalah debut resminya sebagai pelatih Real Madrid, dan mungkin salah satu debut paling absurd dalam sejarah sepak bola modern.

“Debut saya sebagai pelatih Real Madrid mungkin adalah yang paling aneh yang pernah dialami seorang pelatih,” kenang Luxemburgo dikutip dari Coaches Voice.

Wanderlei Luxemburgo memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat Real Madrid melanjutkan pertandingan enam menit kontra Real Sociedad.

Ia datang ke klub raksasa Spanyol itu pada akhir 2004, menggantikan Mariano Garcia Remon. Namun alih-alih memulai dengan 90 menit penuh untuk mengenal timnya, Luxemburgo langsung dihadapkan pada situasi ekstrem: melanjutkan pertandingan yang tertunda karena ancaman bom, dengan sisa waktu kurang dari 10 menit.

Tidak ada waktu untuk rapat taktik panjang. Tidak ada eksperimen formasi. Di ruang ganti, pesan Luxemburgo sangat sederhana, “Untuk menang, saya hanya minta satu hal: berikan bola ke Zidane dan Ronaldo.”

Ronaldo Nazario beraksi membela Real Madrid melawan Real Sociedad dalam laga LaLiga yang hanya berlangsung enam menit di Bernabeu.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Luxemburgo paham betul kualitas individu yang mereka miliki. Di stadion, para fans pun merasakan hal yang sama, setiap kali bola sampai ke kaki Zinedine Zidane atau Ronaldo, ada harapan bahwa sesuatu yang menentukan bisa terjadi dalam waktu singkat.

Penalti, Zidane, dan Ledakan Emosi

Pertandingan dimulai pada menit ke-87, sementara waktu tambahan di pertandingan itu adalah empat menit.

Beberapa menit setelah kick-off ulang, Ronaldo dijatuhkan di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih. Maju Zinedine Zidane. Tenang. Fokus. Gol.

Wanderlei Luxemburgo berjabat tangan dengan pemain Real Madrid dalam debutnya sebagai pelatih pada laga aneh enam menit di Bernabeu.

Stadion meledak. Para pemain merayakan seperti menjuarai final. Peluit akhir laga berbunyi tak lama kemudian. Real Madrid menang 2-1 dalam salah satu laga paling absurd yang pernah ada. 

Ini sekaligus mengukir debut tak terlupakan bagi Vanderlei Luxemburgo sebagai satu-satunya pelatih asal Brasil yang pernah menangani Real Madrid.

Enam Menit yang Tetap Tak Cukup

Ironisnya, kemenangan itu tidak berujung gelar juara. Madrid tetap kalah empat poin dari Barcelona dalam perburuan titel La Liga 2004/05.

FAKTA TERBARU: 

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.