Julukan Misterius Messi Waktu Kecil yang Bikin Lawan Minder

Sebelum dunia mengenalnya sebagai La Pulga, sebelum Ballon d’Or datang bertubi-tubi, dan sebelum Camp Nou bergetar oleh magis kakinya, Lionel Messi kecil sudah punya satu hal yang bikin lawan ketar-ketir: julukan aneh tapi menyeramkan.

Julukan ini muncul jauh dari sorotan kamera Eropa. Tepatnya di Rosario, Argentina, saat Messi masih bocah yang berlari di lapangan tanah dengan bola seolah menempel di kakinya.

Dan kisah ini datang dari seseorang yang merasakan langsung terornya.

Semua Dimulai Dari Rosario

Hernan Galindez, kiper Huracan dan Timnas Ekuador saat ini punya cerita yang mungkin tidak pernah ia lupakan seumur hidup. Sebelum paspor Ekuador, sebelum karier profesional, Galindez adalah bocah kelahiran Rosario yang membela Rosario Central.

Sementara itu, di seberang kota, ada satu anak Newell’s Old Boys yang selalu jadi mimpi buruk.

“Messi itu magnet bola. Nggak ada yang bisa merebutnya,” kenang Galindez dilansir dari Marca.

Mereka sering bertemu di level usia muda. Bahkan, Galindez mengingat satu momen pahit: “Gol pertama yang saya ingat sebagai kiper itu dicetak oleh Messi. Dia melewati lima pemain, termasuk saya.”

Julukan yang Bikin Lawan Drop

Di sinilah bagian paling menariknya. Messi kecil punya rambut pirang kemerahan. Di Rosario, itu cukup untuk memberinya julukan yang akhirnya terkenal di kalangan lawan-lawannya.

“Mereka selalu memanggilnya ‘Si Merah yang Pakai Nomor 10’,” ujar Galíndez sambil tertawa.

Dalam bahasa aslinya: “El Colorado que juega con la 10.”

Dan yang bikin ngeri, menurut Galindez: “Kalau kamu dengar julukan itu diteriakkan, artinya kamu sudah tertinggal 3-0.”

Bukan karena skor di papan. Tapi karena mental sudah jatuh duluan.

BACA JUGA: Bukan CR7, Siapa Striker Terbaik Menurut Lionel Messi?

Messi Kecil Mainnya Kayak Profesional

Yang membuat Messi berbeda bukan cuma skill. Tapi kematangan bermain yang terasa “tidak masuk akal” untuk anak seusianya.

Galindez mengaku terkesima melihat Messi kecil melakukan hal-hal yang biasanya hanya dilakukan pemain dewasa. “Untuk anak seusia kami, itu luar biasa. Dia main seperti profesional.”

Messi juga sempat membela klub lokal Abanderado Grandoli, klub yang sangat dekat dengan rumahnya. Di sanalah duel-duel kecil penuh kenangan itu terjadi, tanpa kamera, tanpa sorotan media, hanya tepuk tangan warga sekitar lapangan.

Ironisnya, dari lapangan sederhana itulah, dunia akhirnya mendapatkan pemain terbaik sepanjang masa.

Tak Pernah Terjadi: Derby Rosario Versi Messi

Ada satu cerita yang selalu terasa menggantung dalam karier Messi: ia tidak pernah bermain derby Rosario di level profesional.

Messi memang jebolan Newell’s, tapi tak sempat membela tim utama sebelum hijrah ke Barcelona. Galindez justru sebaliknya, ia merasakan langsung panasnya derby membela Rosario Central.

Bayangkan saja: Messi vs Rosario Central di Clasico Rosarino. Sejarah sepak bola mungkin akan sedikit berbeda.

Dari Bocah yang Dijuluki, Menjadi Legenda Dunia

Tahun-tahun berlalu. Galindez kembali bertemu Messi, kali ini sebagai pemain profesional, bahkan di level tim nasional. Rasa takut sudah berubah menjadi rasa bangga.

Ia bahkan sempat bertukar jersey dengan Messi, permintaan khusus dari putranya yang berusia 8 tahun. “Saya bangga pernah melawannya. Dari kecil sampai dewasa.”

Dan mungkin, di balik karier panjangnya, Galindez tak pernah lupa sosok bocah Rosario yang dijuluki “Si Merah Bernomor 10.”

FAKTA TERBARU:

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.