Duel Borussia Dortmund vs Borussia Monchengladbach selalu punya rasa berbeda. Bukan sekadar laga Bundesliga biasa, tapi juga pertemuan dua klub dengan sejarah panjang dan jalur karier pemain yang sering saling bersilangan.
Menjelang laga pembuka Matchday 15 di Signal Iduna Park pada musim 2025/26, mari menengok para pemain yang pernah mengenakan kuning-hitam Dortmund dan hitam-putih Gladbach.
Dari legenda Bundesliga hingga talenta Amerika Serikat, kisah mereka penuh drama, ambisi, dan tak jarang… penyesalan.
Marco Reus

“Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki BVB,” ujar Sebastian Kehl, Direktur Olahraga klub Borussia Dortmund.
Benar, tapi juga ironis.
Marco Reus memang identik dengan Borussia Dortmund. Namun, ia bukan produk asli yang dibesarkan BVB sepenuhnya. Sebagai remaja, Reus justru sempat dilepas Dortmund karena dianggap bertubuh terlalu rapuh, keputusan yang kelak terasa seperti dosa besar sejarah klub.
Nama Reus justru meledak di Borussia Monchengladbach. Dalam 109 laga kompetitif bersama Die Fohlen, ia terlibat langsung dalam 69 gol, termasuk musim 2011/12 saat Gladbach finis keempat Bundesliga.
Dan sisanya adalah dongeng klasik Bundesliga. Reus kembali ke Dortmund sebagai Pemain Terbaik Bundesliga, menjadi top skor sepanjang masa klub, mengangkat dua DFB-Pokal, dan akhirnya menutup karier Eropanya dengan final Liga Champions 2023/24.
@olahbolacom KDB bener-bener bikin sulit Kevin Diks Bakarbessy ⚔️ Mulai dari Doku sampai Mane pernah dilawan 🔥 Musim ini di Bundesliga akan bertemu dengan sang top skor dua musim beruntun, Harry Kane, kira-kira bisa clean sheet ga ya Kevin Diks? #bundesliga #fyp #kevindiks
♬ suara asli – OlahBola.com – OlahBola.com
Gio Reyna
Gio Reyna datang ke Dortmund dengan ekspektasi tinggi. Anak dari Claudio Reyna dan Danielle Egan Reyna ini adalah simbol American Dream versi Bundesliga.
Musim 2020/21 sempat memberi harapan: 4 gol dan 7 assist di Bundesliga. Tapi setelah itu? Cedera datang silih berganti, menit bermain menyusut, dan kepercayaan perlahan menghilang.
“Kami ingin dia kembali percaya pada tubuhnya dan menikmati sepak bola lagi,” kata Edin Terzic, pelatih Dortmund musim itu.

Sayangnya, Dortmund tak lagi jadi tempat ideal. Setelah masa sulit dan peminjaman ke Nottingham Forest, Reyna akhirnya hijrah ke Monchengladbach.
Di Gladbach, ceritanya belum sepenuhnya manis karena cedera kembali mengganggu. Namun dengan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat di depan mata, Gladbach bisa jadi panggung terakhir Reyna untuk benar-benar “meledak”.
Ramy Bensebaini
Bensebaini adalah contoh klasik transfer cerdas Bundesliga. Didatangkan Gladbach dari Prancis, bek kiri Algeria ini berkembang pesat, bukan cuma bertahan, tapi juga rajin mencetak gol.
Total 19 gol Bundesliga dari posisi bek membuat Dortmund tak ragu mengamankannya secara gratis pada 2023.

“Ramy ada di usia emasnya ketika kami merekrutnya,” kata Sebastian Kehl.
Ia sudah merasakan atmosfer final Liga Champions bersama BVB. Tinggal satu yang belum: angkat trofinya.
BACA JUGA: Kenapa Fans Dortmund Selalu Nyanyikan ‘You’ll Never Walk Alone’?
Matthias Ginter
Karier Ginter di Dortmund penuh eksperimen: bek kanan, bek tengah, gelandang bertahan. Baru di Gladbach ia menemukan rumah sejatinya.

“Kami menjanjikan posisi ideal untuknya,” ujar Max Eberl, direktur olahraga Gladbach.
Hasilnya? Konsistensi. Dalam lima musim (2017-2022), Ginter hampir selalu bermain penuh, bahkan menjadi kapten. Bagi Gladbach, ia bukan sekadar bek, ia simbol stabilitas.
Jonas Hofmann
Di Dortmund, Hofmann adalah pemain potensial. Di Gladbach, ia menjadi bintang.
Setelah dua musim awal yang sunyi gol, Hofmann berkembang menjadi pemain kunci, anggota timnas Jerman, dan akhirnya target klub juara.

Puncaknya? Musim 2022/23 dengan 22 kontribusi gol yang langsung mengantarnya ke Bayer Leverkusen dan sejarah gelar juara tak terkalahkan.
Kadang, pindah klub bukan mundur. Tapi menemukan versi terbaik diri sendiri.
Pemain Lain yang Pernah Membela Dua Borussia
- Mahmoud Dahoud (Gladbach 2014–16 | Dortmund 2017–22)
- Thorgan Hazard (Gladbach 2014–18 | Dortmund 2019–23)
- Heiko Herrlich (Gladbach 1993–94 | Dortmund 1995–2002)
- Oliver Kirch (Gladbach 2003–06 | Dortmund 2012–14)
- Bachirou Salou (Gladbach 1990–94 | Dortmund 1998)
- Nico Schulz (Gladbach 2015–16 | Dortmund 2019–21)
- Julian Weigl (Dortmund 2015–19 | Gladbach 2022–25)
Borussia Dortmund dan Borussia Monchengladbach mungkin rival di lapangan, tapi sejarah mereka terikat oleh jalur karier pemain yang sama. Ada yang pulang sebagai legenda, ada pula yang menemukan versi terbaiknya setelah pindah.
FAKTA TERBARU:




