10 Patung Pesepakbola Terburuk Sepanjang Masa, Salah Paling Parah?

Menjadi pesepakbola profesional bukan perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, pengorbanan, dan tentu saja sedikit keberuntungan. Saat sudah mencapai status superstar, banyak pemain yang akhirnya “diabadikan” lewat patung sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari publik, klub, atau negara asalnya.

Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, hingga Mohamed Salah adalah contoh ikon global yang jasanya begitu besar. Tapi sayangnya, niat baik untuk mengenang mereka tidak selalu berakhir indah. Dalam beberapa kasus, hasil akhirnya justru menyakitkan mata.

Dan ya, mungkin kamu perlu “cuci mata” setelah membaca daftar ini. Berikut 10 patung pesepakbola terburuk sepanjang masa:

Lionel Messi (India)

Lionel Messi adalah salah satu ikon sepak bola terbesar sepanjang masa. Patung raksasa setinggi sekitar 20 meter di Kolkata, India, ini dibuat dalam rangka menyambut tur Lionel Messi ke India pada Desember 2025 tapi justru menuai kritik.

Secara bentuk, patung ini bukan yang paling buruk. Namun kalau dilihat sekilas kok mirip Cristiano Ronaldo?

Michael Essien (Ghana)

Michael Essien adalah legenda Chelsea dan pahlawan nasional Ghana. Tapi patung yang muncul pada 2018 ini benar-benar membuat publik terkejut. Julukan “The Bison” mungkin ingin ditampilkan kuat dan gagah. Tapi yang terlihat justru figur yang nyaris tak dikenali.

Cristiano Ronaldo (Madeira)

Patung karya Emanuel Santos ini diresmikan bersamaan dengan penggantian nama Bandara Madeira menjadi Bandara Internasional Cristiano Ronaldo pada 2017. Harusnya momen sakral. Nyatanya, dunia justru tertawa. Wajah patung tersebut dinilai sama sekali tidak mencerminkan pemenang Ballon d’Or lima kali itu. 

Gareth Bale (Wales)

Masih dari tangan Emanuel Santos. Kali ini korbannya Gareth Bale, mantan rekan setim Ronaldo di Real Madrid. Santos bahkan berkata, “Saya sangat bangga membuat patung Gareth Bale karena dia pemain hebat.”

Sayangnya, publik tidak sepakat. Dengan biaya sekitar 25.000 poundsterling, patung ini lebih sering disebut sebagai contoh kegagalan seni modern ketimbang penghormatan untuk legenda Wales.

Samuel Eto’o (Kamerun)

Legenda Barcelona dan Inter Milan ini mendapat patung di Kamerun. Namun, karya pematung Ouankokanu ini sulit dibilang mirip Eto’o. Yang lebih tragis, beberapa waktu kemudian patung tersebut ditemukan tanpa kepala. Entah vandalisme atau metafora, tapi rasanya cukup menggambarkan reaksi publik.

BACA JUGA: Kok Bisa Stankovic Main di Tiga Piala Dunia Untuk 3 Negara Berbeda?

Alexis Sanchez (Chile)

Diresmikan pada 2017 di Tocopilla, kota kelahirannya. Sanchez bahkan hadir langsung dalam peresmian patung berukuran tubuh asli itu.

Sayangnya, wajah patungnya jauh dari mirip. Tak lama kemudian, patung ini jadi sasaran vandalisme, dengan bagian wajah dirusak parah. Mungkin warga lokal juga merasa, “Ini bukan Alexis.”

Luis Suarez (Uruguay)

Patung Suarez di Salto, Uruguay, menggambarkan selebrasi khas sang striker bersama seragam timnas. Tapi ekspresi dan proporsinya membuat banyak orang bingung.

Beberapa waktu setelah dipasang, patung ini dirusak oleh seorang pendukung yang mabuk. Apakah karena alkohol, atau karena kecewa melihat hasil akhirnya?

Mohamed Salah (Mesir)

Patung Mohamed Salah yang diresmikan pada 2018 di Forum Pemuda Dunia, Mesir, langsung viral tapi bukan karena keindahannya, melainkan karena proporsinya yang aneh. Kepala terlalu besar, badan terlalu kecil, dan pose selebrasi tangan terbuka yang justru terlihat canggung.

Banyak fans Liverpool sampai fans Mesir sendiri dibuat terdiam. Kalau niatnya menghormati ikon nasional, kenapa hasilnya malah seperti karakter game low-budget?

David Beckham (Amerika Serikat)

Beckham berkata sambil tertawa, “Itu tidak terlihat sepertiku. Lihat matanya.”

Untungnya, patung Beckham ini ternyata hanya bagian dari lelucon James Corden. Jadi, meskipun hasilnya buruk, setidaknya Beckham tidak benar-benar harus “hidup selamanya” dalam wujud patung itu.

Michael Jackson (Fulham)

Bukan pesepakbola, tapi patung ini terlalu ikonik untuk diabaikan. Mantan pemilik Fulham, Mohamed Al-Fayed, yang juga sahabat dekat Michael Jackson, memutuskan pada 2011 untuk memasang patung setinggi 2,3 meter sang “King of Pop” di luar Craven Cottage pada 2011.

Patung ini berdiri selama hampir dua setengah tahun, penuh kritik dan komentar negatif yang menyebutnya “aneh”, “tidak pada tempatnya”, bahkan “mengacaukan identitas klub”. Namun Al-Fayed dengan santai berkata kalau fans yang tidak suka bisa “pergi ke klub lain”.

FAKTA TERBARU:

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.