Liverpool musim ini rasanya seperti habis belanja besar di mal, tapi pulang-pulang tetap merasa “nggak punya baju buat ngantor besok.”
Setelah jor-joran di bursa transfer musim panas, performa mereka di Premier League dan Liga Champions justru melorot. Fans mulai geleng-geleng, pundit mulai cerewet, dan timeline X isinya cuma dua: analisis taktik Arne Slot yang monoton atau meme Alexander Isak dan Florian Wirtz.
Di tengah performa yang naik-turun ini, ada satu cerita lama yang kembali ramai: bagaimana Steven Gerrard pernah berusaha membawa dua bintang top dunia ke Liverpool… lewat SMS. Dan dua-duanya nolak!
Cerita ini baru relevan banget sekarang, karena melihat performa lini tengah Liverpool musim ini, fans cuma bisa menghela napas: “Andaikan aja dulu pemain ini masuk.”
@olahbolacom KDB bener-bener bikin sulit Kevin Diks Bakarbessy ⚔️ Mulai dari Doku sampai Mane pernah dilawan 🔥 Musim ini di Bundesliga akan bertemu dengan sang top skor dua musim beruntun, Harry Kane, kira-kira bisa clean sheet ga ya Kevin Diks? #bundesliga #fyp #kevindiks
♬ suara asli – OlahBola.com – OlahBola.com
Gerrard: Kapten di Lapangan, Agen Transfer di Luar Lapangan
Dalam autobiografinya My Story, Gerrard mengungkap bahwa ia punya “tugas tidak resmi”: membujuk pemain incaran Liverpool agar mau datang.
Gerrard memilih metode yang ia anggap paling sopan: “Saya selalu kirim pesan, bukan menelepon. Rasanya lebih menghormati, dan pemain bisa baca saat mereka mau.”
Target Pertama: Willian
Pada 2013, Liverpool mengincar Willian. Gerrard langsung masuk mode “sales top level”.
Ia membuka percakapan dengan sopan: “Halo, semoga kamu nggak keberatan saya kontak langsung. Saya kagum sama permainanmu. Kalau mau tanya apa pun soal Liverpool, saya siap kapan saja.”

Respon Willian? Jujur dan menyakitkan. “Saya tidak yakin Liverpool bisa memberi saya Liga Champions.”
Willian akhirnya memilih Chelsea, yang saat itu memang lebih stabil dan punya peluang lebih besar di Eropa.
Liverpool? Musim itu cuma bisa pasrah melihat Willian berjoget gol untuk klub London biru.
BACA JUGA: Jeremy Doku Pernah Tolak Liverpool Atas Saran Sadio Mane
Target Kedua: Toni Kroos
Cerita paling legendaris dimulai pada musim panas 2014. Pelatih Liverpool kala itu, Brendan Rodgers memanggil Gerrard ke Melwood dan berkata sesuatu yang membuat kaptennya tertawa: “Hubungi Toni Kroos. Coba bujuk dia datang ke Liverpool.”

Gerrard langsung sadar ini permintaan yang sangat sulit. “Saya bilang ke Brendan, kami seperti sedang ‘pipis melawan arah angin’.”
Saat itu, Kroos baru memenangkan segalanya bersama Bayern Munchen, sedang bersiap juara Piala Dunia bersama Jerman, diminati Real Madrid serta usianya masih 24 dan berada di level elit dunia.
Tapi Gerrard tetap mencoba: “Rasanya canggung, tapi Tuhan senang pada orang yang mau mencoba.”
Kroos membalas dengan sopan, namun intinya: “Terima kasih, tapi saya akan menuju Madrid.”
Bahkan Luis Suarez pun ikut mengirim pesan membujuk Kroos, padahal ia sendiri sedang bersiap pindah ke Barcelona. Ironis.
Beberapa bulan kemudian Kroos benar-benar datang ke Anfield, untuk membantai Liverpool 3-0 bersama Real Madrid. Laporannya pada laga itu bahkan menggambarkan dirinya sebagai “exceptional”, dan penonton Liverpool berdiri memberi tepuk tangan saat ia ditarik keluar.
Kroos Seharusnya ‘Merah’, Bukan ‘Putih’

Setelah memilih Real Madrid, Kroos menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik dalam satu dekade terakhir: total 5 gelar Liga Champions, tiga diantaranya beruntun (2016–2018), serta membentuk dominasi lini tengah bersama Modric dan Casemiro.
Jurgen Klopp sendiri mengakui: “Kroos itu paket lengkap. Visi, passing, ketenangan membuat dia pemain yang sulit dihentikan.”
Dan Liverpool terus melihatnya menyiksa mereka di Liga Champions, termasuk final 2018 di Kiev.
Kalau saja dua pesan itu diterima, Gerrard tak perlu memikul semuanya sendirian karena Kroos mengendalikan tempo di tengah dan Willian bisa menjadi opsi kreatif di lini serang.
Tetapi sepak bola adalah tentang pilihan. Dan dua pesan Gerrard itu menjadi pengingat bahwa bahkan klub besar sekalipun pernah ditolak, lewat chat.
FAKTA TERBARU:




