Dewa United digadang-gadang menjadi calon juara Super League 2025/26. Namun nyatanya mereka tampil sempoyongan di awal Super League 2025/26.
Dewa United tunduk dari Malut United di laga perdana Super League 2025/26. Berlaga di Banten International Stadium, tim asuhan Jan Olde Riekerink itu kalah 1-3.
Di pekan kedua Dewa United mencoba bangkit saat bertandang ke markas Semen Padang. Apalagi musim lalu Dewa United menang 8-1 saat menantang Semen Padang.
Sayang hasil sebaliknya didapat tim berjuluk Banten Warriors tersebut. Dewa United takluk dua gol tanpa balas di kandang Semen Padang.
“Semuanya kecewa. Setelah dua kali kalah, jauh dari ekspektasi kita. Padahal masa persiapan kita sudah bagus, tapi dalam dua minggu pertandingan ini kita kalah,” tutur Jan Olde.
BACA JUGA: Debut Tiga Pelatih Belanda di Super League: Superior!
BERTABUR BINTANG
Start kurang meyakinkan dari Dewa United jelas menjadi sorotan. Apalagi jika melihat komposisi pemain yang dimiliki, Dewa United dihuni banyak pemain bintang.
Alex Martin yang musim lalu menjadi top skorer Liga 1 masih dipertahankan. Alexis Messidoro dan Egy Maulana Vikri yang menjadi suport Alex di lini depan juga masih dipertahankan.
Bahkan Dewa United juga mendatangkan pemain-pemain baru yang berkualitas. Seperti bek asing Nick Kuipers, dan pemain berlabel timnas seperti Wahyu Prasetyo, Stefano Lilipaly, serta Rafael Struick.
Dewa United menjadi salah satu tim dengan kedalaman skuad terbaik di Super League 2025/26. Barisan pemain pelapis Dewa United pun tidak bisa disepelekan.

CHEMISTRY BELUM TERBENTUK
Lini belakang Dewa United menjadi yang paling diperhatikan. Pada dua laga pertama, sudah lima gol yang bersarang ke gawang Dewa United.
Duet Nick Kuipers dan Cassio Scheid di jantung pertahanan nampaknya belum padu. Masih butuh waktu bagi keduanya untuk bisa membentuk chemistry yang solid.
Di laga selanjutnya Dewa United akan menantang Persik Kediri di Stadion Brawijaya. Jika tak kunjung bangkit, situasi Dewa United akan kian sulit.
ARTIKEL FAVORIT PEMBACA: