Kolase foto Donny van de Beek, Mario Balotelli, dan Luis Garcia.
Tak Terduga! 10 Pemain yang Pernah Masuk Nominasi Ballon d’Or

Ballon d’Or dikenal sebagai puncak penghargaan individu di sepak bola dunia. Biasanya, hanya pemain kelas dunia yang konsisten tampil di level tertinggi seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, atau Kevin De Bruyne yang rutin masuk daftar nominasi.

Tapi, sejarah membuktikan bahwa daftar nominasi kadang diisi oleh nama-nama yang bikin kita kaget atau bahkan geleng-geleng kepala. Itu karena mereka pernah punya momen emas, entah performa luar biasa di satu musim atau panggung besar seperti Piala Dunia dan EURO. Berikut 10 nama pemain yang bikin kita berkata, “Serius nih, dia pernah masuk nominasi Ballon d’Or?”

Donny van de Beek – 2019

Donny van de Beek merayakan gol bersama Ajax Amsterdam

Tahun 2019 adalah puncak karier Donny van de Beek. Bersama Ajax, ia membantu tim menembus semifinal Liga Champions dengan gaya main yang memikat, mengalahkan Real Madrid dan Juventus di perjalanan itu. 

Nominasi Ballon d’Or jadi puncak pengakuan atas performanya. Sayangnya, setelah pindah ke Manchester United, kariernya menurun drastis. Dari playmaker yang jadi sorotan Eropa, Donny lebih sering menghuni bangku cadangan dan menjadi contoh klasik bahwa pindah klub tak selalu berarti naik level.

Jamie Vardy – 2016

Cerita Jamie Vardy di 2015-16 adalah dongeng sepak bola modern. Dari striker non-liga yang pernah bermain untuk Stocksbridge Park Steels, ia memecahkan rekor gol beruntun di Premier League dan membawa Leicester City menjadi juara Premier League untuk pertama kalinya. 

Prestasi itu wajar membuatnya masuk nominasi Ballon d’Or. Namun, tetap saja rasanya unik melihat nama Vardy sejajar dengan Messi dan Ronaldo. Perjalanannya membuktikan bahwa kerja keras dan timing yang tepat bisa mengubah nasib siapa pun.

Mario Balotelli – 2012

Mario Balotelli menangis setelah Italia kalah di final Euro 2012.

Mario Balotelli adalah salah satu pemain paling berbakat sekaligus penuh drama di sepak bola. Nominasi Ballon d’Or 2012 didapatnya setelah tampil gemilang di EURO 2012, termasuk mencetak dua gol ke gawang Jerman di semifinal. 

Sayangnya, ‘konsistensi’ bukan sahabat Balotelli. Setelah momen itu, kariernya dipenuhi pindah klub, kontroversi, dan kisah unik yang lebih sering jadi bahan meme ketimbang cerita prestasi.

Asamoah Gyan – 2010

Nama Asamoah Gyan melejit berkat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Ia menjadi pahlawan Ghana, mencetak gol-gol penting, dan hampir membawa negaranya ke semifinal sebelum tragedi penalti melawan Uruguay yang diwarnai “aksi tangan Tuhan” Luis Suarez. Momen itu mengangkat reputasinya hingga masuk nominasi Ballon d’Or. 

Hal paling ikonik, Gyan adalah salah satu striker yang menggunakan nomor punggung 3, sesuatu yang jarang terjadi di sepak bola modern.

Asamoah Gyan kecewa setelah gagal mengeksekusi penalti di Piala Dunia 2010 melawan Uruguay.

Emmanuel Adebayor – 2008

Di musim 2007-08, Emmanuel Adebayor mencetak 30 gol untuk Arsenal di semua kompetisi, penampilan terbaik dalam kariernya. Ia dikenal sebagai striker yang sulit dihentikan ketika sedang on-fire, dengan postur tinggi dan finishing mematikan. 

Namun, setelah performa puncak itu, Adebayor tak pernah lagi mencapai angka serupa, bahkan lebih dikenal dengan cerita santainya di ruang fitness yang hanya menikmati kopi dan muffin.

BACA JUGA: Golden Boy yang Jadi Golden Bye: Joao Felix & 3 Lainnya

Frederic Kanoute – 2007

Kanoute menunjukkan kaos bertuliskan Palestina setelah mencetak gol.

Frederic Kanoute bukan nama yang biasanya masuk daftar elite dunia, apalagi setelah performanya yang tidak terlalu mencolok di Premier League. Tapi musim 2006-07 di Sevilla mengubah segalanya. 

Ia mencetak lebih banyak gol daripada Samuel Eto’o, Fernando Torres, dan David Villa, membawa Sevilla meraih kesuksesan domestik dan Eropa. Hasil voting menunjukkan dirinya unggul suara dibanding Ronaldinho dan Steven Gerrard.

Jens Lehmann – 2006

Musim 2005-06 adalah salah satu yang terbaik dalam karier Jens Lehmann. Ia mencatat rekor clean sheet terpanjang di Liga Champions (853 menit) dan menggusur Oliver Kahn dari posisi kiper utama Jerman untuk Piala Dunia 2006. 

Namun, musim itu juga diingat karena kartu merahnya di final Liga Champions melawan Barcelona setelah hanya 18 menit bermain. Nominasi Ballon d’Or menjadi pengakuan atas kemampuannya, meski momennya bercampur rasa pahit.

Luis Garcia – 2005

Luis Garcia mengangkat trofi Liga Champions 2005 bersama Liverpool.

Luis Garcia yang sekarang menjadi Chief Executive Officer (CEO) untuk Johor Darul Ta’zim (JDT) dikenang sebagai pahlawan Liverpool di Liga Champions 2004-05. Gol-golnya melawan Juventus (perempat final) dan Chelsea (semifinal) membawa The Reds ke final Istanbul yang legendaris. 

Nominasi Ballon d’Or menjadi apresiasi atas penampilan gemilangnya. Namun, setelah itu kariernya cenderung menurun, berpindah-pindah klub di berbagai negara dan tak pernah lagi mencapai puncak yang sama.

Milan Baros – 2004

Milan Baros tidak tampil gemilang di level klub pada musim 2003-04, hanya mencetak dua gol untuk Liverpool. Namun, penampilannya di EURO 2004 membuatnya meraih Sepatu Emas dengan lima gol untuk Republik Ceko. 

Momen itu cukup untuk membuatnya masuk nominasi Ballon d’Or bahkan sejajarnya perolehan poinnya dengan Cristiano Ronaldo. Meski begitu, Baros tidak pernah lagi mencapai level yang sama dan kariernya lebih banyak dihabiskan di klub-klub Eropa Timur.

El Hadji Diouf – 2002

Diouf beraksi melawan timnas Prancis di Piala Dunia 2002.

El Hadji Diouf menjadi sorotan di Piala Dunia 2002 saat membawa Senegal ke perempat final di turnamen debut mereka. Aksinya di lapangan membuatnya masuk nominasi Ballon d’Or, bahkan mengalahkan Rio Ferdinand dan Filippo Inzaghi dalam perolehan suara.

Sayangnya, di Premier League ia lebih dikenal karena kontroversi dan sikapnya di luar lapangan. Jamie Carragher bahkan pernah menyebutnya sebagai “pemain terburuk yang pernah main untuk Liverpool”.

Opini OlahBola: Kadang Momen Mengalahkan Konsistensi

Kalau kita lihat dari dekat, semua nama ini punya satu kesamaan: mereka pernah berada di peak moment yang luar biasa. Bedanya, sebagian mampu bertahan di level itu, sebagian lagi jadi cerita singkat yang hanya diceritakan di warung kopi.

Kadang Ballon d’Or bukan cuma soal konsistensi, tapi juga soal momen. Dan kadang momen itu datang untuk pemain yang tak pernah kita duga. Jadi, siapa tahu besok-besok kita lihat nama pemain Super League Indonesia di shortlist? Ya kalau bisa bawa Indonesia juara Piala Dunia, kenapa enggak?

FAKTA TERBARU:

3 Comments on “Tak Terduga! 10 Pemain yang Pernah Masuk Nominasi Ballon d’Or

[…] Tak Terduga! 10 Pemain yang Pernah Masuk Nominasi Ballon d’Or […]

[…] BACA JUGA: Tak Terduga! 10 Pemain yang Pernah Masuk Nominasi Ballon d’Or […]

[…] FAKTA TERBARU: Tak Terduga! 10 Pemain yang Pernah Masuk Nominasi Ballon d’Or […]

Leave a comment

Artikel Terbaru

Temukan Artikel Lainnya

🚨 Peringatan Penting!

Website resmi OlahBola hanya di olahbola.com.

Kami tidak bertanggung jawab atas situs website atau akun media sosial di luar yang tercantum di website resmi kami.

Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan OlahBola.

Pastikan hanya mengakses informasi dan layanan resmi kami melalui olahbola.com untuk mendapatkan layanan konten sepak bola terpercaya.