Pelatih Belanda mulai mendominasi di Super League Indonesia. Jan Olde Riekerink menjadi yang paling senior. Sebab dirinya sudah memimpin Dewa United sejak Liga 1 musim lalu.
Sementara tiga lainnya merupakan debutan. Mereka adalah Jean-Paul van Gastel (PSIM Yogyakarta), Peter de Roo (Persis Solo), dan Johnny Jensen (Bali United).
Banyak yang menjagokan Jan Olde juara bersama Dewa United di Super League 2025/26. Apalagi komposisi pemain Dewa United juga sangat mumpuni.
Sayangnya pelatih berusia 62 tahun itu tak beruntung di laga pembuka. Menjamu Malut United di Banten International Stadium, Dewa United menyerah 1-3.
Di saat Jan Olde kurang beruntung di laga pembuka, pelatih debutan asal Belanda menunjukkan kualitasnya. Tidak ada pelatih debutan asal Belanda yang menelan kekalahan.

Johnny Jansen sebenarnya hampir gagal membawa Bali United menang di laga perdana. Mereka ketinggalan dari Persik Kediri di menit ke 78 melalui Castanheira.
Namun Bali United bangkit di masa injury time. Tim besutan Jansen menyamakan kedudukan melalui gol Kopitovic. Hasil imbang berakhir hingga laga usia.
Sementara Van Gastel unjuk diri di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Banyak diragukan lantaran tampil kurang menjanjikan di pra musim, PSIM justru berhasil membungkam Persebaya.
Van Gastel sukses membawa PSIM mencuri poin dari Persebaya. Tandukan Ezequiel Vidal di menit 90+2 mengantar Laskar Mataram meraih kemenangan.

Sedangkan Peter de Roo juga berhasil membuat Persis Solo tampil perkasa di markas Madura United. Mereka pulang dari Gelora Madura Ratu Pamelingan dengan poin sempurna.
Persis unggul mencetak gol Sho Yamamoto menit ke-33. Sementara gol kedua dicatatkan Tanaka menit ke-59. Sho mendapat kartu merah menit ke-79, tapi Persis berhasil menjaga keunggulan hingga menit akhir.
Banyaknya pelatih Belanda yang memimpin tim Super League, membawa warna baru. Tidak menutup kemungkinan pelatih asal Negeri Kincir Angin yang akan menjadi jawara di akhir kompetisi nanti.

“Sebetulnya ada dua pelatih top Belanda yang kini melatih di Indonesia. Jadi terlalu dini membicarakan angkat trofi untuk musim ini,” ucap De Roo.
“Tetapi dengan beberapa pelatih Belanda yang datang ke sini, akan jadi banyak kesempatan bagi kami (para pelatih Belanda) mengangkat trofi di Indonesia,” imbuhnya.