Satoru Mochizuki tak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia Putri. Pelatih asal Jepang tersebut dicopot dari jabatannya setelah Garuda Pertiwi gagal lolos ke Piala Asia Wanita 2026.
Selain itu faktor komunikasi juga menjadi salah satu alasan Mochizuki tersisih dari kursi pelatih. Mochizuki yang hanya bisa berbahasa Jepang membuat komunikasi jadi rumit.
Apalagi saat ini Timnas Indonesia Wanita juga dihuni beberapa pemain keturunan seperti Sydney Sari Hopper hingga Estella Loupatty. Membuat penerjemah harus kerja dua kali untuk menjelaskan instruksi.
Dalam waktu dekat PSSI akan mencari pengganti Mochizuki. Erick Thohir selaku ketua umum PSSI mengatakan penggantinya tetap berasal dari Jepang. Namun ada syarat khusus, yakni bisa berbahasa Inggris.
“Sekarang timnas putri sudah ada pemain dari Amerika Serikat dan Belanda. Nah, kami mencari figur pelatih Jepang yang bisa Bahasa Inggris,” ucap Erick.

“Supaya dia di pinggir lapangan bisa memberi pengarahan. Karena kita ada dua sampai tiga kali translator itu buat pemain cukup kompleks,” imbuhnya.
Namun bukan berarti Mochizuki dibuang oleh PSSI. Pelatih berusia 61 tahun tersebut mendapat tugas baru sebagai Tecnical Advisor Timnas Putri.
Sementara ini Timnas Indonesia Wanita dipimpin oleh Joko Susilo. Pelatih yang akrab disapa Pak Thuk itu akan mendampingi Garuda Pertiwi berjuang di Piala AFF Wanita 2025 Agustus ini.
Garuda Pertiwi tergabung di grup A bersama Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Thailand menjadi lawan pertama yang akan dihadapi 6 Agustus mendatang di Lach Tray Stadium, Haiphong, Vietnam.