Setelah bersinar di Eropa bersama Porto dan Liverpool, Luis Diaz ke Bayern Munchen kini jadi kenyataan. Klub raksasa Bundesliga tersebut resmi mendapatkan winger Kolombia yang dikenal dengan kecepatan, dribel maut, dan kisah hidup yang menginspirasi. Ini dia 5 hal yang perlu kamu tahu tentang Luis Diaz, dari cerita masa kecil sampai panggung Eropa.
Awal Karier yang Bikin Terharu
Luis Diaz memulai kisahnya di daerah terpencil Kolombia. Waktu mengikuti seleksi untuk Atletico Junior, berat badannya masih di bawah 50kg, lebih ringan dari sebagian besar motor matic di Jakarta!
“Hal ini terjadi pada banyak pemain muda di Kolombia. Mereka tidak memiliki kondisi yang dibutuhkan untuk berkembang secara memadai karena gizi yang buruk dan kurangnya dukungan finansial.”
“Dia sangat kurus, tapi punya stamina dan energi yang luar biasa di atas anak seusianya. Dia bersinar di atas yang lain karena kemampuan menggiring bola, gerak tipuannya, kecepatannya, dan karakternya. Dia unggul di semua aspek tersebut,” kata Octavio Rivera direktur sepak bola muda Atlético dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports.
Banyak anak muda di wilayah pedalaman Kolombia mengalami kekurangan nutrisi, tapi Díaz membuktikan bahwa determinasi bisa mengalahkan kondisi.

Dipoles Oleh Legenda Kolombia
Sebelum jadi terkenal, Diaz sempat mewakili Kolombia di ajang Copa America for Indigenous Peoples di Chile tahun 2015, di bawah arahan legenda Carlos Valderrama, si rambut singa yang pernah menghiasi layar TV kita di Piala Dunia 90-an.
Bersama Valderrama, Diaz mulai dipoles secara serius: nutrisi dijaga, fisik dibangun, dan teknik dipertajam. Setahun setelah kembali ke Atletico Junior, Diaz langsung bersinar di Copa Sudamericana 2018 dan debut di timnas senior Kolombia.

BACA JUGA: Mengapa Liverpool Masih Bisa Beli Isak Meski Sudah Belanja Rp5,7 T?
Statistik Tajam di Porto
Porto adalah gerbang Diaz ke Eropa. Bergabung pada Juli 2019, ia langsung menyatu dengan tim. Dalam tiga musim, ia mencetak 41 gol dan 19 assist, membantu Porto meraih gelar ganda (liga & piala domestik) dan satu lagi gelar Primeira Liga.
“Saya merasa seperti naga biru sejati, dan akan selalu membawa Porto di hati saya,” ujar Díaz saat pamit ke Liverpool.
Di Porto, ia bermain di sayap kiri dan sering memotong ke dalam untuk menembak dengan kaki kanan, gaya yang familiar tapi tetap mematikan.
Jadi Anak Buah Klopp Untuk Juara di Inggris
Jurgen Klopp tahu benar ‘berlian’ ketika melihatnya. Meski Tottenham juga naksir, Liverpool lebih cepat meminang Diaz pada Januari 2022. Tak lama setelah tiba di Anfield, Diaz langsung bermain di final Liga Champions dan meraih FA Cup serta Carabao Cup.
Musim 2024/25, Diaz mencetak 11 gol dan 8 assist di Premier League dan menjadi pemain Kolombia kedua yang menjuarai EPL, setelah Juan Cuadrado (walau Cuadrado cuma numpang lewat di Chelsea).
Duka dan Harapan: Kasus Penculikan
Tahun 2023 jadi masa kelam buat Diaz. Ayah dan ibunya diculik oleh kelompok bersenjata di kampung halamannya, Barrancas. Sang ibu cepat diselamatkan, tapi sang ayah disekap selama dua minggu. Dunia sepak bola bersatu mendoakan, dan akhirnya sang ayah dibebaskan.
Liverpool bahkan menerbangkan orang tuanya ke Inggris untuk Natal bersama. Kisah ini membuktikan bahwa meski jadi bintang global, Diaz tetap anak keluarga yang penuh cinta, sesuatu yang terasa sangat dekat dengan nilai-nilai kita di Indonesia.
Opini OlahBola: Luis Diaz Jadi Bukti Kalau Mimpi Tidak Kenal Batas
Kehadiran Luis Diaz di Bayern Munchen adalah bukti bahwa klub besar juga butuh manusia berhati besar. Di balik dominasinya di Jerman, ada ruang untuk emosi, untuk cerita seperti Diaz yang bangkit dari garis kemiskinan, dari desa Guajira sampai ke Allianz Arena.
Buat para fans Bundesliga di Indonesia, kehadiran Diaz bukan cuma tentang assist dan gol, tapi tentang mimpi yang mungkin juga sedang kamu kejar. Mimpi dari pinggiran, yang bisa jadi kenyataan asal kita lari sekencang Diaz dan bertahan kuat saat badai datang.
FAKTA TERBARU: Rodrygo Gabung Liverpool, Pengganti Sepadan Luis Diaz?