Viktor Gyokeres tahu betul apa yang ia inginkan. Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer musim panas, namanya jadi rebutan dua klub raksasa Premier League: Arsenal dan Manchester United. Tapi hati sang striker sudah mantap sejak awal. London adalah tujuan, dan Arsenal adalah jawaban.
Transfer ini akhirnya dikonfirmasi resmi oleh Arsenal dengan biaya 63,7 juta poundsterling atau sekitar 1,3 triliun rupiah. Penyerang berusia 27 tahun itu menandatangani kontrak setelah negosiasi panjang dan spekulasi yang sempat menyebut bahwa Manchester United, melalui manajer Ruben Amorim, ingin membajak kesepakatan. Meski begitu, laporan dari Manchester Evening News mengonfirmasi bahwa MU tidak pernah benar-benar mengajukan tawaran resmi.
Gyokeres dan Misi Baru di Arsenal
Dalam pernyataan pertamanya sebagai pemain Arsenal, Gyokeres mengungkapkan mengapa ia menjatuhkan pilihan ke Emirates Stadium.
“Saya merasa ini klub yang tepat untuk saya,” katanya pada situs resmi Arsenal.
“Apa yang saya dengar dari Mikel Arteta dan Andrea Berta membuat saya yakin. Dan saya melihat sendiri bagaimana mereka bermain dalam beberapa musim terakhir, cara main mereka, semangat tim ini, semuanya terasa pas.”
Gyokeres bukan hanya terkesan dengan filosofi Arteta. Ia juga pernah merasakan langsung kekuatan Arsenal di atas lapangan.

“Ketika saya bermain melawan Arsenal, saya bisa merasakannya. Tim ini kuat, solid, dan susah dilawan. Itulah alasan saya ingin menjadi bagian dari mereka.”
Dengan transfer ini, Arsenal menutup saga panjang pencarian striker baru. Gyokeres datang membawa catatan impresif: 97 gol dalam 102 laga bersama Sporting CP, menjadikannya salah satu penyerang paling tajam di Eropa saat ini. Ia diharapkan bisa mengangkat Arsenal untuk bersaing di Premier League dan Liga Champions musim 2025.
Dari Idolanya, Gyokeres Belajar Mental Kemenangan
Dalam wawancara dengan UEFA, Gyokeres mengungkapkan dua sosok yang paling menginspirasi kariernya saat tumbuh dewasa.
“Saya mengidolakan Zlatan dan Ronaldo. Cara mereka bermain dan usaha ekstra yang mereka tunjukkan sangat menginspirasi,” ujar Gyokeres.
“Saya ingin meniru hal tersebut di lapangan. Dalam sepak bola masa kini, pemain harus kuat secara fisik, memiliki kemampuan mencetak gol, serta berkomunikasi dan bermain baik dengan rekan satu tim lainnya. Tiga kualitas terbaik saya adalah fisik, penyelesaian akhir, dan kemampuan saya untuk selalu berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol.”
Namun, ada satu ironi menarik: dua pemain yang paling diidolakan Viktor Gyokeres justru mantan pemain Manchester United yang hampir gabung dengan Arsenal.

Zlatan Ibrahimovic sempat diundang Arsene Wenger untuk mengikuti trial saat masih bermain di Malmö FF. Arsenal ingin melihat kemampuannya sebelum memberikan kontrak. Namun, Zlatan menolak mentah-mentah. Dengan penuh percaya diri, ia menjawab: “Zlatan doesn’t do auditions.”
Tak lama kemudian, ia bergabung dengan Ajax dan memulai karier legendarisnya.
Sementara itu, Cristiano Ronaldo bahkan sudah mengunjungi fasilitas latihan Arsenal pada 2003. Arsene Wenger sudah sangat dekat untuk merekrutnya dari Sporting Lisbon. Namun setelah tampil gemilang dalam laga persahabatan melawan Manchester United, Sir Alex Ferguson langsung bergerak cepat dan membawa Ronaldo ke Old Trafford. Arsenal kehabisan waktu dan sejarah pun berubah.

Akankah Viktor Gyokeres bisa menulis sejarah di Arsenal yang sempat gagal ditulis oleh dua idolanya?




