Indonesia memiliki rivalitas yang tinggi dengan Malaysia, terutama di bidang sepakbola. Malam nanti Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Harimau Malaya Muda di laga terakhir babak grup AFF Cup U-23 2025.
Gerald Vanenburg sebagai pelatih Garuda Muda pun memahami hal itu. Untuk itu Vanenburg akan berusaha memberikan hasil terbaik saat menjamu Malaysia. Pantang kalah, bahkan Vanenburg ogah jika harus berbagi angka.
“Negara yang berdekatan pasti punya tensi tinggi. Saya pernah main lawan Jerman dan Belgia. Yang terpenting adalah kami menghormati Malaysia dan mencoba mengalahkan mereka dengan cara kami sendiri,” ucapnya.
“Ya, saya ingin memenangkan setiap pertandingan juga ketika melawan Malaysia. Saya tak tahu siapa lawan selanjutnya, tetapi saya juga mau memenangkan pertandingan itu,”
Kemenangan atas Malaysia memang sangat penting bagi Timnas Indonesia U-23. Jika berhasil menaklukkan Malaysia, Garuda Muda dipastikan lolos ke babak semifinal AFF Cup U-23 2025.
Hanya saja Timnas Indonesia U-23 memiliki catatan yang kurang apik saat bersua Malaysia. Sejak 2009 sudah enam kali keduanya berhadapan.Garuda Muda tercatat tiga kali kalah dan tiga kali imbang.
Dari pertemuan itu, Timnas Indonesia U-23 hanya sekali menang. Itu pun melalui babak adu penalti setelah imbang di waktu normal pada ajang SEA Games 2021 lalu.

Kabar kurang baik juga disampaikan Vanenburg ke awak media petang kemarin. Pelatih asal Belanda tersebut menyebut ada beberapa pemain yang mengalami cedera.
“Ada beberapa (pemain cedera), tapi saya belum bisa pastikan. Kami harus tahu lebih dulu apa yang sebenarnya terjadi,” ungkapnya.
Meski terancam tampil pincang, Vanenburg tak mau mencoreng catatan apik Timnas Indonesia di AFF Cup U-23 2025. Saat ini mereka belum terkalahkan dan belum pernah kebobolan. Vanenburg yakin tim asuhannya bisa memperpanjang rekor tersebut.