Rumor transfer terus menghangat jelang musim 2025/26. Salah satu kabar yang menyita perhatian datang dari klub raksasa Eropa: Liverpool.
Winger Liverpool asal Kolombia, Luis Díaz, dikabarkan masuk dalam radar transfer Bayern Munchen. Luis Diaz tampil impresif musim lalu dengan mencetak 17 gol dan 8 assist dari 50 pertandingan. Namun, ketertarikan Bayern Munchen bisa jadi pertanda perubahan besar di lini serang The Reds.

Di sisi lain, nama Rodrygo Goes kini santer disebut sebagai kandidat penggantinya di Anfield. Rodrygo yang mencatat 14 gol dan 11 assist dari 54 laga bersama Real Madrid, terlihat mulai tersisih dari skuad utama. Pelatih anyar Madrid sekaligus mantan legenda Anfield, Xabi Alonso, lebih memilih kombinasi Kylian Mbappe, Vinicius Jr, dan pemain-pemain muda seperti Brahim Diaz, Arda Güler, hingga Gonzalo Garcia untuk mengisi sektor serang.
Di ajang Piala Dunia Antarklub, Rodrygo hanya tampil 27 menit setelah jadi starter di laga pembuka melawan Al Hilal. Ia tidak diturunkan sama sekali di laga melawan Juventus, Pachuca, bahkan saat kalah telak dari PSG di semifinal. Situasi ini mendorong spekulasi bahwa Rodrygo mulai mencari “padang rumput baru”.
Menariknya, kisah antara Rodrygo dan Liverpool sebenarnya sudah terjalin sejak lama, bahkan sebelum sang pemain tampil di level profesional. Bagaimana semua ini bermula?
Klopp Temukan Rodrygo di YouTube

Kisah ketertarikan Liverpool terhadap Rodrygo sebenarnya dimulai sejak lama. Pada 2016, saat Jurgen Klopp menjalani musim penuh pertamanya sebagai pelatih The Reds, ia diketahui sudah memantau Rodrygo yang saat itu masih berusia 16 tahun dan belum menandatangani kontrak profesional bersama Santos.
Agen sang pemain, Nick Arcuri, mengungkap bahwa Klopp menemukan Rodrygo lewat YouTube, dengan mengetik “talenta muda Brasil”. Video Rodrygo muncul, dan Klopp langsung terbang ke São Paulo untuk melihatnya secara langsung.
“Mereka (Liverpool) ingin menjadikan Rodrygo sebagai rekrutan pertama Klopp,” ujar Arcuri kepada Canal do Nicola.
Sayangnya, transfer tersebut gagal terealisasi.
Elano Gagalkan Transfer Rodrygo ke Liverpool
Di balik kegagalan itu, ada peran besar mantan gelandang Manchester City, Elano, yang saat itu bekerja di Santos. Elano meyakinkan manajemen klub agar menolak tawaran Liverpool senilai 3 juta euro, dan menjanjikan promosi Rodrygo ke tim utama.

“Saya bilang ke dewan klub: kita tak bisa melepasnya begitu saja. Saya janji padanya, dia akan segera debut di tim senior,” kenang Elano.
Beberapa bulan kemudian saat Elano diangkat menjadi manajer sementara klub, janji itu ditepati. Rodrygo menjalani debut profesional di usia muda dan mulai menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Rodrygo Akhirnya ke Anfield… Tapi untuk Madrid!
Setahun berselang, pada Juni 2018, Rodrygo benar-benar berada di Anfield tapi bukan untuk bergabung dengan Liverpool.

Saat timnas Brasil menjalani laga uji coba melawan Kroasia, Rodrygo justru menyelesaikan proses transfer ke Real Madrid. Di balik layar, presiden Santos saat itu, Jose Carlos Peres, bertemu kepala pemandu bakat Madrid, Juni Calafat, di sebuah kafe dekat hotel Brasil di Merseyside.
“Pembicaraan kami hanya 30 menit. Mereka datang untuk tutup deal, dan tidak mau pulang tanpa kesepakatan,” ujar Peres kepada Bleacher Report.
Rodrygo vs Liverpool: Pahit-Manis Sejarah
Rodrygo telah mencatat berbagai prestasi bersama Real Madrid, termasuk dua gelar Liga Champions. Salah satu momen terbaiknya adalah saat mencetak dua gol dramatis melawan Manchester City di semifinal UCL 2022 yang kemudian mengantar Madrid mengalahkan Liverpool di final.
Secara keseluruhan, Rodrygo telah menghadapi Liverpool enam kali dengan catatan lima kemenangan dan satu kekalahan (saat ia absen karena cedera).
Ketika ditanya soal kegagalan gabung ke Liverpool, Rodrygo berkata:
“Memang benar, saya hampir pindah ke Liverpool. Tapi saat itu saya ingin membuat sejarah dulu di Santos.”
Kini, dengan posisinya yang mulai tergeser di Real Madrid dan kemungkinan hengkangnya Luis Díaz dari Liverpool, kabar reuni antara Rodrygo dan Liverpool kembali mencuat.
Jika negosiasi benar-benar terjadi, bukan tak mungkin pernyataan “hampir gabung Liverpool” akan berubah jadi kenyataan “Saya gabung Liverpool” di musim panas 2025.




