Kalau bicara soal gelandang terbaik sepanjang masa, nama Andres Iniesta jelas nggak bisa dilewatkan. Maestro lini tengah Barcelona dan Timnas Spanyol ini bukan cuma kolektor trofi, tapi juga simbol keindahan sepak bola itu sendiri.
Bayangkan saja: Juara Piala Dunia, dua kali juara EURO, empat trofi Liga Champions, sembilan kali juara La Liga dan beragam trofi bergengsi lainnya yang masih panjang jika harus ditulis satu persatu.
Dan golnya di final Piala Dunia 2010? Ikonik. Bikin satu negara euforia.
Nah, menariknya, pada 2020 lalu Iniesta pernah menyebut empat gelandang terbaik sepanjang sejarah menurut versinya. Pilihannya bukan cuma soal skill, tapi juga soal pengaruh, kecerdasan bermain, dan kenangan personal.
Siapa saja?
@olahbolacom Gimana ceritanya nih? Gak suka tapi jerseynya di pakai 😳 #fyp #sepakbola #football #tebaktebakan #realmadrid #barcelona #kuisberhadiah
♬ Comedy (Funny Playful Tuba Pizzicato Clown Music) – Eliosmusic
Michael Laudrup – Idola Masa Kecil Iniesta
Nama pertama yang disebut Iniesta mungkin agak mengejutkan buat generasi sekarang: Michael Laudrup.
Legenda asal Denmark ini bermain untuk Barcelona era akhir 80-an hingga awal 90-an dan jadi bagian penting dari Dream Team-nya Johan Cruyff. Bagi Iniesta kecil, Laudrup bukan sekadar pemain, tapi panutan.

“Michael Laudrup adalah idola masa kecil saya. Tekniknya, cara dia bermain, bagaimana dia menyerang sebagai gelandang membuat saya sejak kecil ingin bermain seperti dia.”
Dan memang terasa, ya. Kalau kita lihat cara Iniesta mengontrol bola, memutar badan di ruang sempit, atau memberi umpan tak terduga, auranya Laudrup banget.
Xavi Hernandez – Partner Seumur Karier
Kalau yang ini sih nggak perlu debat panjang. Xavi dan Iniesta adalah duet lini tengah paling ikonik dalam sejarah sepak bola modern. Keduanya nyaris tumbuh bareng, menang bareng, dan mendominasi dunia bareng, baik di Barcelona maupun Timnas Spanyol.
“Saya bermain lama dengan Xavi. Dia pemain ideal karena bisa mengontrol permainan, memberi umpan di tempat yang tepat, dan memimpin tim.”
Buat banyak fans, Xavi itu otaknya, Iniesta jiwanya. Kombinasi yang bikin lawan frustasi karena bola nyaris nggak bisa direbut.
BACA JUGA: Luka Modric Tak Pilih Messi & Ronaldo? Ini 5 Pemain Favoritnya!
Sergio Busquets – Si Jenius yang Sering Diremehkan
Kalau Xavi dan Iniesta sering masuk highlight, Busquets justru sebaliknya. Jarang viral, tapi super vital.

Bersama Busquets, Barcelona dan Spanyol punya keseimbangan sempurna. Ia bukan tipe gelandang yang hobi tekel keras, tapi membaca permainan seperti sedang main catur.
“Dia membaca pertandingan dengan sangat baik. Menciptakan jalur umpan, membantu bek, dan membuat sistem Barcelona berjalan.”
Ini tipe pemain yang baru terasa penting saat dia tidak ada.
Pep Guardiola – Inspirasi Sebelum Jadi Legenda

Sebelum dikenal sebagai pelatih jenius, Pep Guardiola adalah gelandang cerdas Barcelona era 90-an. Dan bagi Iniesta, Pep adalah figur yang sangat berpengaruh sejak kecil.
“Pep harus ada dalam daftar ini. Dia adalah pahlawan masa kecil saya, bersama Laudrup.”
Menariknya, takdir mempertemukan mereka, Pep sebagai pelatih dan Iniesta sebagai jenderal lapangan. Hasilnya? Era tersukses Barcelona sepanjang sejarah.
FAKTA TERBARU:




