Di era sepak bola modern, kontrak pelatih bukan cuma soal taktik dan trofi, tapi juga soal angka nol di belakang nominal pesangon. Ketika proyek gagal, klub tidak hanya kehilangan poin, tapi juga harus merogoh kocek sangat dalam untuk “berpisah baik-baik”.
Artikel ini merangkum 11 pesangon pelatih terbesar sepanjang sejarah sepak bola, dari Premier League sampai tim nasional.
Catatan kurs: semua nominal ditampilkan dalam Pound Sterling (£) dan perkiraan Rupiah dengan asumsi £1 = Rp22.000 (kurs pembulatan).
11. Graham Potter (Chelsea)
Pesangon: £13 juta = Rp286 miliar)

Pelatih yang datang dengan label “proyek jangka panjang”, tapi pergi sebelum proyeknya benar-benar berjalan. Chelsea bukan hanya membayar kompensasi ke Brighton untuk merekrut Potter, tapi juga £13 juta untuk memutus kontraknya.
Kalau ini game Football Manager, save-nya sudah di-reload. Di dunia nyata? Harus rogoh kocek dalem banget.
10. Thomas Tuchel (Chelsea)
Pesangon: £13 juta = Rp286 miliar

Ironis. Pelatih yang memberi Chelsea trofi Liga Champions 2021 justru dipecat hanya sebulan setelah musim baru dimulai. Konflik internal lebih kuat dari koleksi trofi.
Kini, Tuchel tetap tersenyum, karier lanjut, rekening juga terisi penuh.
9. Fabio Capello (Timnas Rusia)
Pesangon: £13,4 juta = Rp294 miliar

Mantan pelatih elite asal Italia ini gagal membawa Rusia berbicara banyak di Piala Dunia 2014. Tapi satu hal pasti: kontraknya sangat berbicara.
Bisa dibilang, Capello tersingkir lebih cepat dari Rusia di fase grup, tapi uangnya lolos jauh.
8. Luiz Felipe Scolari (Chelsea)
Pesangon: £13,6 juta = Rp299 miliar

Datang sebagai juara dunia, pergi sebagai catatan kaki sejarah Chelsea. Scolari sendiri jujur soal motivasi finansial:
“Saya ingin pensiun dalam empat atau lima tahun, jadi uang memang jadi pertimbangan.”
Fair enough. Football honesty unlocked.
7. Nuno Espirito Santo (Tottenham)
Pesangon: £14 juta = Rp308 miliar

Tiga laga, tiga kemenangan, pelatih terbaik bulan itu. Empat bulan kemudian? Selesai.
Tottenham membayar mahal untuk roller coaster emosional tercepat dalam sejarah klub.
6. Jose Mourinho (Tottenham)
Pesangon: £16 juta = Rp352 miliar

Mourinho dipecat beberapa hari sebelum final EFL Cup. Trofi gagal, uang tetap dikeluarkan. Klasik Spurs.
BACA JUGA: Kenapa Patrick Kluivert Ogah Pindah ke Manchester United?
5. Roberto Mancini (Arab Saudi)
Pesangon: £16,7 juta = Rp367 miliar

Setelah membawa Italia juara Euro 2020, Mancini pindah ke Arab Saudi. Hasilnya? Drama, kontroversi, dan satu cheque besar.
Momen paling diingat: masuk lorong saat adu penalti belum selesai saat melawan Korea Selatan di 16 Besar Piala Asia 2023.
4. Laurent Blanc (PSG)
Pesangon: £17 juta = Rp374 miliar

Tiga gelar Ligue 1 beruntun, tapi gagal di Liga Champions. Tapi di PSG, dominan domestik itu standar, bukan prestasi.
Blanc belajar satu hal: di Paris, ekspektasi lebih tinggi dari Menara Eiffel.
3. Jose Mourinho (Chelsea – Periode Pertama)
Pesangon: £18 juta = Rp396 miliar
Era “The Special One” berakhir dengan air mata. Banyak pemain Chelsea disebut menangis saat Mourinho pergi.
“Jangan panggil saya arogan, saya juara Eropa. Saya spesial.”
Dan ternyata, sangat mahal juga.
2. Jose Mourinho (Manchester United)
Pesangon: £19,6 juta = Rp431 miliar

Europa League, Piala Liga, finis runner-up Premier League, namun tetap dianggap gagal.
Manchester United membayar lebih dari 400 miliar rupiah untuk berpisah. Mourinho? Masih lanjut karir seperti biasa.
1. Antonio Conte (Chelsea)
Pesangon: £26,2 juta = Rp576 miliar

Conte membawa Chelsea juara Premier League, lalu konflik internal menghancurkan segalanya yang berujung pemecatan sang pelatih pada 2018.
Masalah kian membesar karena perbedaan visi transfer. Conte menilai skuadnya tidak cukup kuat untuk bersaing di level domestik dan Eropa karena target utamanya seperti Virgil van Dijk dan Leonardo Bonucci gagal didapat.
Pemecatan ini berbuah Chelsea menolak membayar pesangon penuh dengan dalih Conte melanggar kontrak di musim keduanya, namun hakim justru memenangkan Conte. The Blues akhirnya dipaksa membayar £26,6 juta, menjadikannya kasus perceraian termahal dalam sejarah sepak bola. Menariknya, Conte membagi uang tersebut kepada 11 staf kepelatihannya.
FAKTA TERBARU:




